Blogger Template by Blogcrowds.

tentang berenang



Beberapa waktu yang lalu, ada seorang teman yang memintaku untuk membuat postingan tentang tips berenang. Dari pembicaraan melalui sms, ku ketahui ternyata dirinya tak begitu pandai berenang. (Setelah ini, aku siap-siap kabur.. :P)

Sebelum memulai tips, seperti sebagian (aku tak menambahkan kata 'besar' atau 'kecil' loh ya...) orang Indonesia yang terbiasa untuk berbicara ngalor-ngidul sebelum menuju topik utama, maka aku pun ingin bercerita tentang pengalamanku belajar berenang.

Waktu kecil aku divonis kena 'firasat' dimakan buaya. Mengerikan ya.. Indikasinya adalah: urat hijau yang melintang di antara dua mataku. Menurut cerita Papah, diadakanlah ritual untuk membuang sial (atas desakan keluarga besar). Rasanya itu dilakukan waktu aku masih kecil sekali, karena sekarang aku tidak punya ingatan tentang hal itu. Secuil pun tidak.

Oleh karena itu, di antara sepupu2 dari pihak Papah, hanya aku yang gak bisa berenang. Mungkin keluargaku takut aku disambar buaya kalo berenang di sungai. Yang paling sering kulakukan adalah menonton sepupu2ku berenang2 di sungai sambil sesekali diolok2 karena tidak bisa berenang.

Entah ini ada hubungannya atau tidak dengan 'firasat' dimakan buaya tadi, aku juga menjadi pemegang rekor sering tenggelam di antara sepupu2ku. Entah itu karena kebodohanku yang menganggap bahwa semua orang bisa serta merta mengapung ketika menceburkan diri ke sungai, jatuh waktu menyeberang jembatan (yang panjangnya hanya 3 meter), terlalu bersemangat berteriak ke sepupuku yang memetik buah di seberang sungai sampai2 terpeleset dan jatuh ke sungai, atau karena nekat belajar berenang di sungai sendirian. Rekor itu pula lah yang bikin aku sempat trauma untuk belajar berenang.

Di akhir SMA, sekolahku menetapkan renang sebagai olahraga yang wajib dipelajari. Dan sialnya, nilai kelulusan untuk mata pelajaran Penjaskes ditentukan dari nilai kelas renang tersebut. Aku yang tadinya takut belajar berenang akhirnya mau tidak mau harus bisa berenang. Rasa takut dapat nilai jelek mengalahkan rasa takut berenang.

Untungnya di akhir caturwulan aku bisa berenang juga. Walaupun berenangnya hanya berbekal satu tarikan napas. Jadi kalo napas sudah megap-megap, aku mesti berdiri (itulah sebabnya aku pilih kolam untuk anak kecil kala itu) dan mengambil napas untuk bekal menempuh jarak berikutnya. Hahaha!

Aku menyempurnakan kemahiran berenangku (apaan sih...) ketika kuliah. Kebetulan tak jauh dari kostku (menurut standard jauh-dekat di Surabaya) ada kompleks perumahan yang memiliki fasilitas kolam renang. Dan hampir tiap minggu aku dan teman2ku menyempatkan diri berenang di sana. Hingga akhirnya skill berenangku mengalami perkembangan yang signifikan (apaan sih..). Rekor renang terbaikku: mengelilingi kolam renang itu sebanyak 15 kali. Yah.. walaupun ukuran kolam renangnya tak seberapa besar. Hehehe...

Oke, balik ke topik..

Tips renangku ini mungkin bukan yang terbaik, tapi sudah pernah ku uji coba pada dua orang temanku yang sama sekali belum bisa berenang. Dan hasilnya, mereka berdua langsung bisa berenang pada pertemuan pertama (dengan catatan: renang dengan satu tarikan napas :P). Alangkah lebih baik jika menggunakan kaca mata renang. Lebih nyaman.

Lesson #1: Membenamkan kepala ke dalam air

Tarik napas dalam-dalam. Lalu benamkan badan ke dalam air dan buang napas di dalam air. Kalo napasnya sudah habis jangan lupa untuk kembali ke permukaan (hehehehe..). Lakukan sebanyak 5 kali. Ini dimaksudkan agar kita terbiasa dengan air, supaya gak 'cegek'.

Lesson #2: Mengapung

Ini hal yang paling gampang dari pelajarang berenang. Apa sebab? Coba benamkan kepala ke air sampai batas telinga, lalu angkatlah kaki. Dengan serta merta kita akan mengapung. Percayalah. Kalo sudah berhasil mengapung, biarkan badan mengambang di permukaan air untuk beberapa saat. Ini untuk membiasakan diri dengan sensasi yang terjadi ketika berat tubuh ditahan oleh air. Disarankan juga untuk melakukannya beberapa kali sebelum melangkah ke pelajaran berikutnya.

Lesson #3: Kaki

Ketika sudah bisa mengapung, kita pasti tidak ingin ngambang di tempat aja kan? Oleh karena itu, ketika sudah mahir mengapung, gerakkanlah kedua kaki untuk mendorong maju. Tapi perlu di ingat, betis dan paha harus selalu sejajar selama kaki digerakkan.

Lesson #4: Tangan

Lima jari harus rapat karena tangan dianalogikan sebagai dayung selama berenang. Ketika mengayunkan tangan ke dalam air, usahakan lengan membentuk setengah lingkaran. Kemudian pada saat di dalam air, gerakkan tangan membentuk sudut 180 derajat. Ketika lengan sudah menyentuh permukaan air, tarik dan ulangi lagi dari awal. (Maaf, penjelasannya acak-adut. Mudah2an bisa mengerti). Catatan: sebaiknya gerakan tangan dipelajari setelah mahir melakukan gerakan kaki.

Lesson #5: Mengambil napas

Biasanya materi ini kuberikan pada pertemuan kedua karena sedikit rumit. Perlu diketahui, arah mengambil napas harus selalu sama. Konstan. Bila ke arah kiri, selalu ke kiri. Bila ke arah kanan, selalu ke kanan. Di sini ku contohkan cara mengambil napas ke arah kanan (menurut kebiasaanku, supaya gampang membayangkannya :P). Ketika tangan kiri yang sedang berada di dalam air membentuk sudut 90 derajat terhadap tubuh, angkatlah sedikit tubuh bagian atas dan miringkan kepala ke arah kanan. Kemudian bernapaslah dengan mulut. Kenapa? Karena dengan waktu yang singkat kita harus mengambil napas secara maksimal. Rasanya dua lubang hidup yang kecil itu masih belum bisa mengalahkan kemampuan satu (lubang) mulut yang besar itu bukan? Hahahaha! Ini juga untuk mencegah resiko yang terjadi jika hidung kemasukan air.

Demikianlah pelajaran berenang bersama Piyek. Semoga bisa bermanfaat dan berguna bagi kemajuan hidup kita bersama(garing.. garing..)

4 comments:

Makasih ya yek atas pelajarannya..Tp kok aku susah nangkep penjelasanmu ya?Apa aku yg terlalu tulalit -_-?

Tp memang baiknya langsung diajarin di kolam renang og (halah..maunya..),soalnya kalo cuma mbayangin syusyah..

Lesson pertamamu adalah ritual tetapku kalo maw renang..Pertama,untuk mengondisikan badan dg keadaan air..Kedua,kalo pake kacamata renang kan kita bisa mengintip 'pemandangan' di dalam air..hahaha..

Lesson 2 jg pernah kucoba,tp kenapa ya kok kakiku gak bisa mengapung?Mesti turun ke bawah..Apa karena kepanjangan kaki yak? @.@

Lesson 3-5 itu km pake gaya apa to?Gaya bebas kah?Atau gaya katak kah?

October 24, 2008 at 5:51 AM  

Iya nih... Pas kubaca ulang, aku juga ikutan bingung (nah lo..). Agak susah memang, soalnya biasanya langsung ku praktekkan :)

Aku menyarankan pake kacamata renang supaya matanya gak perih. Hmm.. jangan2 aku juga salah satu 'pemandangan' yang diincar orang2 (mulai-berpikir-dot-com).

Lesson #2:
Ada 2 kemungkinan yang menyebabkan gagal dilakukan. Pertama: Badanmu gak rileks alias kaku banget. Ini bisa disebabkan kamu takut tenggelam. Wajar. Tapi coba lebih rileks dan percaya kalo air bisa menopang berat tubuhmu (yang segede gaban itu hahaha..). Kedua: Oya, yang dibenamkan itu wajah, sampai telingamu juga masuk ke dalam air. Mungkin kamu gak cukup dalam membenamkan mukamu di air. Biasanya aku sedikit tega kalo ngajarin. Kalo mukanya mulai keluar dari air, langsung ku dorong lagi ke dalam air. Hahaha.. Jahat ya...

Lesson #3 - #5:
Itu pake gaya bebas. Soalnya lebih gampang belajar gaya bebas untuk orang yang belum bisa atau belum lancar berenang.

Ada baiknya dicoba di kolam renang daripada di sungai.

October 24, 2008 at 5:39 PM  

Piyek .. aku nggak bisa berenang lho ..*malu

Makasih pelajarannya, padahal sama seperti yang pernah diajarkan misuaku tapi dasar akunya males hiks .. bisanya cuma gaya batu plus nyelem bentar doang he he :D

Andri diajari berenang Yek, dilaut Atlantik :)

October 25, 2008 at 3:26 AM  

Mbak Judith:
Pelajaran renangnya acak-adut mbak.. Soalnya agak susah membayangkan dan membahasakannya. Si Mamah sampe heran2 liat aku di depan laptop: tangan digerak2kan seperti lagi berenang, dahi mengkerut, sesekali menatap ke atas. Paling2 Mamah mbatin: 'Ya Tuhan, mudah2an anakku gak kena sakit gila'. Hahaha!

Wah mbak, kalo Andri tak ajari berenang di laut Atlantik kayaknya dia gak bakal selamat. Wong guru renangnya alias diriku mesti lengah karena liat mas2 Baywatch yang seliweran. Itu loh mbak, mas2 yang mirip 'Andri' di 'Kapak Hitam'. Hahaha..

October 25, 2008 at 8:28 AM  

Newer Post Older Post Home