Blogger Template by Blogcrowds.

Showing posts with label dreams. Show all posts
Showing posts with label dreams. Show all posts


Sudahkah kita melakukan hal yang sesuai dengan LENTERA JIWA kita?

Aku?
Belum.

Tapi kuyakin suatu hari nanti.
Pasti.


Tiada kata terlambat untuk mengikuti LENTERA JIWA-mu

Bulan depan.
Tahun depan.
Sewindu lagi.
Atau beberapa dasawarsa kemudian.
Entah.


Bagaimana dengan kamu?
Sudahkah menemukan LENTERA JIWA-mu?

Your time is limited...

So don't waste it by living someone else's life.


Jangan mati lenteraku.
Ku mohon..





Mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya*

Jujur aja, aku bukan penggemar Nidji. Tanyakan aja nama personelnya, dan yang ku tau cuma 1: Giring. Hanya itu informasi paling akurat tentang Nidji yang bisa kusampaikan. FYI, satu2nya daya tarik Nidji bagiku adalah salah satu gitarisnya *gak tau namanya. itu loh.. yang pacaran sama Dea Ananda*. Ganteng *tersipu-malu mode on*. Jenis musik yang mereka bawakan bukan jenis musik yang bisa kucerna dengan baik. Mungkin terlalu berat untuk otakku yang sangat sederhana ini. Hehehe..

Namun ketika aku dengar mereka membawakan lagu 'Laskar Pelangi', tiba2 aku bisa berhenti sejenak dari kegiatan yang kulakukan saat itu dan mendengarkan *dengan seksama* lagu itu. Seperti ada kekuatan magis yang menarikku untuk tetap mendengarkannya. Tapi aku percaya Nidji gak perlu guna2 supaya lagu mereka yang satu ini bisa laku. Musik dan liriknya berjalan bersama. Dan cuma satu kata yang bisa kukatakan untuk menggambarkan perasaanku tentang lagu ini: pas.

Laskar Pelangi
tak kan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa

Kalimat pertama lagu ini kena banget. Memang benar, mimpi adalah langkah awal dari semua langkah. Dan aku sendiri merasakannya.

Aku lahir dari keluarga yang biasa2 aja. Bahkan bisa dibilang pas2an saat itu. Tapi orang tuaku punya mimpi untuk menyekolahkan anak2 mereka setinggi mungkin. Urusan bayar biayanya gimana, masih belum tau. Tapi bekal yang paling berharga yang orang tuaku miliki adalah: mimpi untuk menjadikan anak2nya orang yang berpendidikan.

Aku pun punya mimpi yang serupa. Ingin kuliah ke Jawa supaya dapat pendidikan yang lebih bagus *bukannya mengecilkan mutu pendidikan di tempat asalku*. Tapi aku pengen punya pengalaman baru dan merasakan kehidupan di luar sana. Dan suatu hari aku liat profil sebuah kampus swasta Surabaya di tv. Mulai hari itu aku bertekad bahwa aku harus kuliah di situ. Walaupun aku sadar, biaya yang harus dikeluarkan untuk kuliah di sana pasti besar sekali. Caranya bagaimana? Dipikirkan nanti.

Ternyata, kampus itu menawarkan beasiswa 100% (tuition fee) bagi calon mahasiswa dari Kawasan Timur Indonesia. Kemudian aku mengikuti tes beasiswa tersebut, dan sebulan kemudian aku diterima. Rasanya hampir gak percaya. Tapi mimpi akhirnya jadi kenyataan.

Dan sekarang, lihatlah. Usaha yang ditekuni orang tuaku sudah menunjukkan hasil yang baik. Formula yang dipakai adalah mimpi + kerja keras. Bahkan mereka bisa menyekolahkan adeku di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku bangga dengan orang tuaku.

Menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang Kuasa
Cinta kita di dunia,
selamanya...

Mimpi2 lain yang sering kali terwujud adalah travelling ke tempat2 yang belum pernah ku kunjungi. Aku pernah bilang dalam hati: "Belum pernah ke Bali nih. Pengen banget ke sana". Dan beberapa lama kemudian, aku sudah ada berlibur di Bali. Sejak saat itu, aku selalu menetapkan kota mana yang ingin ku tuju sebagai next destination ku.

Pernah aku bilang sama temen: "Aku pengen banget ke Manado. Entah kapan, tapi aku harus ke sana". Dan 2 tahun setelah aku bilang begitu, kesempatan itu datang. Dan lebih enaknya lagi, tak perlu mengeluarkan biaya pribadi. Menyenangkan bukan?

Mau percaya atau gak, kota2 di 5 pulau besar di Indonesia yang pernah ku kunjungi, semuanya berawal dari mimpi. Dan tujuanku berikutnya adalah: Lombok dan Singapura. Kita lihat, seberapa cepat mimpiku ini direspons :)

Cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

Aku jadi ingat beberapa tahun yang lalu. Waktu itu masih fresh graduate dan berkeliling kota Surabaya untuk mencari pekerjaan. Dan entah kenapa, setiap kali diajukan pertanyaan *baik secara lisan maupun tulisan* tentang pekerjaan sebenarnya yang kuinginkan, aku mesti menjawab: "Jadi ibu rumah tangga dan buka cafe". Aku sampe ditegur sama mantan pacarku *yang saat itu masih jadi pacarku*, kalo cari kerja itu yang serius.

Kalo mau ditanya tingkat keseriusanku waktu ngasih jawaban itu, aku sangat serius. Aku juga gak ngerti kenapa jawaban itu bisa keluar. Tapi yang aku lebih gak ngerti lagi, walaupun aku sudah ngasih jawaban seperti itu, aku tetap dipanggil untuk interview berikutnya. Hehehehe...

Dan memang itu mimpi terbesarku saat ini. Jadi ibu rumah tangga dan pengen punya cafe. Dan kalo anak2 sudah bisa mandiri, pengen beli rumah di desa dengan halaman belakang yang luas lengkap dengan ayunan kayunya. Kemudian sesekali travelling ke tempat2 yang belum pernah dikunjungi. Lalu hidup dengan tenang sampai ajal menjemput. Ketiga hal terakhir tentu saja ingin kulakukan bersama pria yang kucintai *tersipu-malu mode on lagi*.

Laskar Pelangi
tak kan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

Dan bagi orang2 yang bahkan untuk bermimpi pun mereka tak berani, kusampaikan pada kalian 2 kata yang sering diucapkan oleh si Gundheg *temanku* dengan logat Jawa-Toraja nya yang lucu: "Mati ae.."

*Lirik lagu Laskar Pelangi - Nidji

Cita-citaku



Ada beberapa cita-cita yang pernah mampir dan sampai sekarang ada yang sangat ingin direalisasikan.

Petani
Waktu aku masih kecil (kira2 masih TK), kalo ditanya apa cita-citaku, dengan tegas aku menjawab : "Petani!". Sampai sekarang aku masih terheran-heran dengan kemantapanku memilih pekerjaan itu. Padahal anak-anak seusiaku kebanyakan memilih kelak ingin berprofesi sebagai dokter, insinyur *waktu itu gelarnya masih insinyur*, astronot, guru, dan profesi ngetop lainnya. Temenku ada yang sampe ngakak waktu aku bilang cita-cita masa kecilku ini. Dia bilang: "Kamu? Pengen jadi petani? *sambil memandangku dari atas sampe bawa, trus ketawa ngakak* Emang ada yang salah dengan cita-citaku? Aku malah bangga dulu pernah bercita-cita seperti itu. Gak pasaran. *halah*

Penyiar Radio
Waktu SMA pengen banget jadi penyiar radio. Entahlah, mungkin karena seneng banget denger radio. Tapi gak kesampaian sampe sekarang. Hehehehe... Alasan selain menurutku pekerjaan itu menyenangkan, mukaku gak terlihat. Hehehehe...

Punya Book Rental
Sampe sekarang aku masih kepengen banget buka persewaan buku. Soalnya aku suka banget baca buku. Dan aku lebih suka baca buku ketimbang nonton film. Sensasi meng-imajinasikan yang tertulis di buku rasanya lebih besar ketimbang nonton film. Tapi kalo film-nya bagus, aku nonton kok :) Aku pengen buat book rental yang lebih rapi. Karena book rental terlengkap yang ada di kotaku, belum tertata dengan bagus. Penataan buku serta pencatatan peminjaman masih belum dikelola dengan baik. Males kan kalo misalnya nanya ke mbak2 yang jaga rental apakah buku yang kita cari sedang dipinjam atau avalaible, trus dijawab: "Di raknya ada apa gak?" *kalo itu sih saya juga tau mbak....*


Punya Cafe

Ini cita-cita terbesarku sekarang. Terinspirasi kegemaranku sendiri yang suka banget nongkrong di Starbucks Cafe bareng temen-temen. Weekend rasanya gak berarti kalo absen dari coffee shop yang satu ini *tsah*. Karena di kotaku masih belum ada tempat nongkrong asik, pengen banget rasanya buka usaha seperti itu. Yah, gak sampai beli franchise Starbucks sih *baca: gak mampu*, tapi setidaknya yang memper-memper lah. Hehehehe....


Older Posts Home