Blogger Template by Blogcrowds.

tantangan


Tepat jam 6 sore, si Mamah sudah bersiap di depan TV. Remote TV tak pernah jauh dari tangannya. Semua kegiatan diselesaikan sebelumnya. Bahkan urusan mandi sore, sudah dilakukan jauh sebelumnya lagi. Di kalangan keluarga, si Mamah memang terkenal sebagai seorang penggila sinetron.

Tepat jam 6 sore pula aku menghampiri Mamah dan mengajukan sebuah usulan.

"Mah, gimana kalo kita adakan tantangan buat Mamah."

Mamah menoleh sebentar, lalu berkata, "Tantangan apa?"

"Gimana kalo Mamah ditantang gak nonton TV sama sekali selama seminggu. Tapi ada hadiahnya Mah", lanjutku.

"Apa hadiahnya?", si Mamah mulai kelihatan tertarik.

Aku berpikir sebentar. "Kubeliin Mamah sepatu."

"Bah, kada sepadan hadiahnya tu." (Hadiahnya gak sepadan)

Aku pun memutar otak, kemudian melakukan bargaining lagi dengan si Mamah.

"Gini ja, kita ganti. Mamah gak boleh nonton TV mulai dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Selama satu minggu." *FYI, parade sinetron di televisi dimulai dari jam 6 sore sampe jam 10 malam. Ha!*

Mamah pun menjawab dengan mantap, "Ayu ja." (Ayooo)

Sekarang giliran aku yang mikir-mikir. Harga sepasang sepatu buat si Mamah lumayan juga. Kena deh!

Tak mau terlihat kalah, aku pun menjawab, "Oke. Kita mulai besok lah. Mamah gak boleh nonton Marvel, Alissa, dan teman-temannya... Hahaha, Mamah pasti ketinggalan banyak ceritanya."

Mamah terlihat berpikir, lalu melakukan penawaran, "Kayak apa amun sehari ja?" (Gimana kalo cuma satu hari aja?)

"Ih, gak bisa! Rugi aku. Pokoknya harus satu minggu. Kalo gak mau, gak jadi ja tantangannya."

Si Mamah pun melancarkan aksi bulusnya, "Ayu ja! Tapi mulai jam 6 aku bejalan lah?" (Oke! Tapi mulai jam 6 aku jalan-jalan ya?)

"Gak bisa juga! Mamah harus di rumah ja. Kayak aku gak tau ja akal Mamah tu. Palingan Mamah jalan ke rumah Mina (Tante-red) Mamah Yani trus nonton di sana."

Si Mamah pun tersenyum malu-malu.

"Gimana ni? Jadi gak tantangannya?"

Si Mamah pun menyerah, "Kada jadi ja gin. Kada kawa aku amun lawas kada menonton Marvel. Kada tahu kesahnya kena." (Gak jadi deh. Gak bisa aku gak nonton Marvel lama-lama. Nanti gak tau ceritanya.)

Aku menang!

Suatu siang, aku dan suami berkunjung ke rumah Oom (dari suami). Kondisi kesehatan beliau akhir-akhir ini sedang menurun diakibatkan penyakit diabetes yang sudah sejak lama diidapnya.

Ketika kami berkumpul di ruang tengah, dua orang anak kembar si Oom bersama sang kakak sedang bermain X-Box. Tampaklah perkelahian sengit antara 2 orang jagoan dan penduduk yang berwajah seram. Dengan ukuran televisi yang cukup besar, permainan itu tampak nyata. Ditambah lagi kualitas gambar yang menyerupai asli. Ah, kecanggihan teknologi :-)

Aku pun tanpa disadari menyimak dengan seksama permainan itu sementara suamiku berbincang dengan Oom.

"Bantuin tho.. Aku wis mau mati iki!", seru sang kakak kepada salah satu adik kembarnya.

"Sek ta. Peluruku juga mau entek.", sang adik pun menjawab.

Tak berapa lama, si kembar yang tak ikut bermain berteriak.

"Awas Mas, ada gigolo! Itu loh nang mburimu!"

Awalnya aku menanggapi biasa-biasa saja percakapan seru mereka. Tapi... tunggu dulu. Rasanya ada yang aneh. Hmm... apa ya?

Kemudian.

"Itu loh Mas! Gigolonya! Cepetan ditembak!"

Hah? Gigolo?

Kemudian aku memperhatikan dengan seksama layar televisi di hadapanku. Ada sosok manusia besar, bertopeng besi, membawa tombak. Inikah yang dimaksud dengan 'gigolo' itu?

Lalu aku berkata, "Ya ampun Calvin, ini lak bukan gigolo. Ini algojo."

Si Calvin menoleh sesaat dan dengan bersemangat dia berteriak, "Awas Mas, ada gigolo!".

Newer Posts Older Posts Home