Blogger Template by Blogcrowds.

berkunjung

SMS

sender: +628563065xxx
date: 26.09.2008
text:
Haiiiii..


Sebuah pesan singkat mampir ke inbox HP ku beberapa waktu yang lalu. Waktu saat itu kira-kira menunjukkan pukul 2 dinihari. Waktu yang tidak biasa untuk menghubungi seseorang kecuali untuk sesuatu yang sangat penting.

Pesan ini datangnya dari seorang sahabat, Pastini. Mantan teman kost semasa kuliah dulu. Dan sejak 3 bulan sebelum dirinya melahirkan anak pertamanya, dia dan suaminya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman mereka, Singaraja - Bali.

Sebuah 'buzz' yang singkat dan jelas. Singkat karena, kalau mau meluangkan sedikit waktu, hanya berisi 9 karakter. Dan jelas, karena untuk ukuran seorang Pastini yang paling anti menggunakan kalimat yang berbunga-bunga atau berbusa-busa atau berbuih-buih atau apalah namanya. Pesan ini dengan JELAS menyampaikan bahwa dia sedang kangen.

Kalau boleh, aku ingin bercerita sedikit *emmm.. mungkin kepanjangan kalo aku agak lupa diri* tentang Pastini, temanku ini.

Pastini adalah asli orang Bali. Lahir dengan embel-embel Ida Ayu di bagian depan namanya, yang kita ketahui bersama bahwa hal itu menandakan bahwa dirinya berada pada urutan tertinggi kasta yang berlaku di Bali. Dan bukan cuma itu, keluarganya pun tergolong keluarga yang terpandang di Singaraja.

Dari semua anak kost, Pastini lah yang kondisi keuangannya selalu 'aman'. Tidak seperti kami yang selalu cekak kalo sudah sampai akhir bulan. Hahaha.. Dan cuma dia seorang yang di antara kami se-kost yang mampu membeli 2 kemeja Lee Cooper sekaligus. Yaa... untuk ukuran anak kost seperti kami, bisa membeli 1 kemeja Lee Cooper aja kayaknya berkah yang patut disyukuri *apa sih...*

Namun, sebuah langkah yang sangat besar diambilnya ketika dia bertemu dengan pria yang sekarang menjadi suaminya. Bahkan langkah yang terlampau besar menurutku. Karena hanya dengan sekali langkah itu saja, Pastini harus meninggalkan status sosial serta keamanan finansialnya. Ya, dia memutuskan untuk menikah dengan kekasih semasa SMA-nya yang berkasta rendah.

Orang tuanya sudah pasti tidak merestui. Mereka pun berusaha untuk menjodohkan Pastini dengan pria yang berstatus sosial yang sama. Dan puncaknya adalah ketika Pastini yang kala itu bekerja di Surabaya, akan 'ditarik' orang tuanya kembali ke Bali. Pastini dan (kala itu masih) suaminya memutuskan untuk menikah secara adat.

Singkat cerita, orang tua Pastini sekarang sudah mengetahui tentang pernikahan itu. Dan puji Tuhan, mereka sudah bisa merestui. Walaupun sampai saat ini Pastini masih belum diperbolehkan untuk berkunjung ke rumah orang tuanya (dikarenakan adat yang berlaku), tapi mereka masih bisa bertemu di tempat lain.

Nah, dari cerita singkat (yang agak kepanjangan) tentang Pastini itu, aku bisa merasakan 'kesepian' yang dialaminya. Jauh dari orang tuanya, ade2nya, serta teman terdekatnya.

Kuakui, sudah beberapa lama aku tidak menghubunginya. Terakhir kali aku menelponnya adalah ketika dia melahirkan anaknya (it's a boy :D), which is 2 months ago. Cukup lama bukan? Dan pesannya yang (amat) singkat ini seolah mem-'buzz' diriku.

Kemudian aku membalas pesannya, setelah aku benar2 tersadar dari tidur tentunya :) Tidak banyak yang kami bicarakan. Masing-masing dari kami hanya mengirimkan 2 buah pesan singkat. Karena memang Pastini bukan orang yang suka bicara panjang lebar. Tapi itu sudah cukup membahagiakanku dan (kuharap) dirinya juga :)


Salad Buah In Action

Dan ternyata pesan (amat) singkat itu menyadarkanku kalo ada beberapa kerabat dan teman-teman yang sudah sekian lama tidak pernah kukunjungi. Bahkan ada yang sudah setahun tidak pernah bertemu muka. Mudah2an postingan ini tidak membuat yang membacanya kapok berteman denganku. Hehehe..

Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan kunjungan ke rumah kerabat dan teman dekat yang sudah kuanggap saudara. Tapi rasanya ada yang kurang kalo aku gak membawa buah tangan dalam kunjunganku itu. Ya.. sekaligus sebagai permintaan maaf terselubung karena sudah lama (sekali) tidak mengunjungi mereka :)

Ku putuskan untuk bikin salad buah. Ada 2 alasan. Pertama, karena bahan-bahan dressing salad masih banyak di kulkas. Kedua, karena biasanya salad buahku cukup berhasil melaksanakan tugasnya untuk menyenangkan hati orang yang memakannya *tsah*. Tinggal beli buah-buahan segar dan kalengan untuk melengkapinya.

Pada hari pertama liburan Lebaran, aku pun beraksi *apa sih...*

Dan terjadilah insiden memilukan itu *hiperbola mode on*. Jempolku luka kena pinggiran kaleng susu kental manis. Biasanya sih aku minta tolong Papah untuk membuka kaleng susu kental manis, tapi pada waktu itu si pria serba bisa itu lagi gak ada di rumah. Dan voila... tanganku luka karena keahlian membuka kaleng yang sangat minim.

Terpaksa mesti membangunkan Mamah yang lagi tidur siang untuk bantuin membebat tanganku pake kain karena darahnya gak mau berhenti. Mamah pun bangun dengan kaget: kaget karena bangun siang secara mendadak (sori, gak bisa menemukan kata yang lebih tepat) dan kaget karena lihat tanganku yang berdarah.



Kegiatan pun terhenti beberapa saat.

Untungnya Mamah merelakan jam tidur siangnya untuk membantuku. Kasian liat kerjaanku banyak yang belum kelar. Kuning telur belum dipisahin dari putihnya, buah-buahan sama agar-agar belum dipotong, dressing salah belum dibuat, ditambah lagi loyang-loyang berserakan minta dicucui. Thanks a bunch Mom :)

Dan voila... salad buah pun siap :D






Destination #1

Tujuan berkunjungku yang pertama adalah: rumah tambi (nenek dalam bahasa Dayak -red). Bukan nenek kandungku, tapi suaminya adalah ade kandung dari kakekku *mbulet ya.. :D*. Dan kunjungan itu ku pas2kan supaya aku tiba di rumahnya menjelang berbuka puasa. Oya, FYI, my Grand Dad (from my mother's side) was a Moslem.

Next...

Sudah lama sekali aku gak berkunjung kesana. Emmm.. rasanya terakhir kali aku kesana pas Lebaran tahun lalu. Bahkan pada saat anaknya rawat inap di rumah sakit pun aku gak sempat menjenguk. Hhhh.. benar-benar cucu yang durhaka. Padahal dulu, aku termasuk orang yang paling sering berkunjung ke rumah tambiku yang satu ini. Apalagi kalo bulan puasa. Aku cukup sering mengantarkan makanan *biasanya beli, gak bikin :P* untuk berbuka puasa.

Pas tiba di rumahnya, para penghuni rumah itu cukup kaget melihat kedatanganku. Mungkin karena saking lamanya aku gak pernah mampir. Orang-orang rumah pada melongo melihatku di depan pintu dengan sapaan khas-ku: "TAMBIIIIII...". Cukup keras untuk bisa didengar orang-orang satu rumah. Hehehehe...

Sambil menunggu waktu berbuka puasa, kami pun mengobrol di teras depan rumah. Saling bertukar kabar terbaru, berbicara tentang kondisi terakhir om yang baru aja kembali setelah rawat inap, dan masih banyak lagi.

Rasanya sangat menyenangkan.

Ketika hampir maghrib, aku pun pamit dan melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya.


Destination #2

Kunjungan berikutnya adalah rumah seorang teman baik yang sudah kuanggap seperti saudara, Febi. Sebenarnya tujuanku berkunjung adalah untuk menengok ibunya Febi, karena biasanya jam segitu si Febi belum pulang ngantor.

Sejak ayahnya Febi meninggal, aku beberapa kali meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumahnya. Baik itu mengantarkan makanan atau sekadar menemaninya mengobrol. Tapi hampir setahun belakangan ini, aku absen dari kegiatan itu.

Ketika aku tiba di rumahnya, ternyata Febi yang membukakan pintu. Loh kok sudah pulang kerja? Tumben. Setelah diusut, ternyata jam kerjanya lebih pendek karena saat itu adalah bulan puasa. Ooooo...

Si Tante pun sama terkejutnya dengan tambi yang kukunjungi sebelumnya. Mungkin ini reaksi standar yang diperoleh kalo sudah lama tidak berkunjung. Hhhhh...

Setelah pulih dari keterkejutannya *apaan sih..*, si Tante pun mengajakku untuk makan malam bersama karena kebetulan mereka lagi makan malam. Aku yang merasa sungkan untuk menolak (ditambah lagi kondisi perut yang lumayan lapar, hahaha..) akhirnya menerima ajakan itu. Dan kemudian gantian aku yang kaget. Karena di meja makan sudah ada pacarnya Febi juga. Ups..

FYI, pacarnya Febi yang sebelumnya sangat tidak menyukaiku. Gak tau kenapa. Mungkin dipikirannya aku adalah wanita yang memiliki potensi sangat besar untuk merebut Febi dari sisinya (halah! still can't find the right words :P). Dan sebenarnya aku juga tidak terlalu menyukai wanita itu. Impas.

Tapi aku memutuskan untuk menyukai pacar Febi yang satu ini. Hal pertama yang menyebabkan itu terjadi adalah tatapan ramahnya terhadapku. Dan kami berempat (Febi, ibunya, pacarnya, dan temannya-aku) pun makan sambil bertukar kabar.

Menyenangkan (lagi).


Epilog


Sepanjang perjalanan pulang, aku merasa bahagia sekali. Segala sesuatunya terasa lebih ringan. Betapa perhatian kecil yang kuberikan ke orang-orang terdekat dapat berbalik arah kembali dengan bentuk yang berbeda. Dan dampaknya terhadapku ternyata sangat besar.

Sepertinya aku harus merencanakan kunjungan berikutnya. Kali ini bikin apa ya?

2 comments:

Duh yek...kok kasian sekali ibu jarimu sampe berdarah-darah kayak geto...Lha untungnya gak ketemu aku....Kalo ketemu aku, langsung tak jahit tuh ibu jari...hohoho...

Woo...baru tahu kalau kakekmu muslim, setahuku memang orang Dayak kebanyakan non muslim ya...Oh iya,kalo kamu mau mengunjungi tantemu yang di kapuas, kamu bikin amparan tatak saja...ntar aku minta jua...halah.

October 7, 2008 at 7:16 PM  

Iya tuh.. Padahal biasanya gak pernah dapat masalah kalo lagi buka kaleng. Mungkin karena waktu itu tanganku agak licin. Alhasil jempolku meluncur dengan sempurna menuju pinggiran kaleng yang baru dibuka. Dan dengan sukses membuatku gak bisa sms-an selama beberapa hari. Hehehe...

Bue (kakek -red) dulunya Muslim. Asalnya dari Pulang Pisau dan punya 1/2 darah Banjar. Keluarga bue banyak yang tinggal di Bati-bati (aku belum pernah ke sana). Mungkin ini bisa sedikit menjelaskan kenapa kami sering melakukan percakapan dengan 3 bahasa sekaligus (bahasa Indonesia, Dayak, dan Banjar). Hehehe...

Sayangnya, untuk kunjungan berikutnya masih belum menjangkau Kapuas dan wilayah sekitarnya. Masih seputaran Palangka Raya aja. Atau kamu mau kesini?? :D Dan menunya: spaghetti atau pisang coklat keju (karena itu yang bahannya paling siap :P).
Kalau amparan tatak, aku masih belum berani bikin karena minta 'tumbal' 2 jempol. Hahahaha...

October 8, 2008 at 8:17 AM  

Newer Post Older Post Home