Trip ke Maroko bareng Trinity!
2 months ago
Kutanamkan hatiku, tumbuh bersamamu
Takkan kupetik hingga akhir masa hidupku
Dengarlah, kau dengar
Selama bumi berputar, ku tetap milikmu
Dewi, bukalah kedua matamu
Pandanglah ruang di hatiku
Dewi, berikan nafasmu untukku
Agar kuhirup bersamamu
bersamamu…
terus bersamamu
Labels: songs
Cinta tidak memberi apa pun kecuali dirinya sendiri
dan tidak meminta apa pun selain cinta itu sendiri
Ia tidak memiliki;dan tidak dimiliki
Karena cinta hanya untuk cinta
Ketika engkau mencinta jangan katakan,
"Tuhan ada dalam hatiku":tp katakan,"Aku ada di hati Tuhan".
Dan jangan berpikir engkau dapat memilih jalan sendiri karena cintalah,jika ia berkenan,yg akan mengarahkan jalanmu.
Puisi itu aku ambil dari bukunya Kahlil Gibran,pemberian Sigit-temanku.Beberapa waktu yg lalu aku baca postingan kalau mencintai sahabat sendiri adalah bencana.Karena pada umumnya,bila cinta berakhir akan menimbulkan permusuhan.Lain halnya dg persahabatan.Kesimpulannya adalah,dia tidak akan pernah mencintai sahabatnya sampai kapanpun.
Apa pendapatmu tentang hal itu?
Andri Journal said...
October 8, 2008 at 1:53 PM
Rupanya Pak Dokter penggemar Kahlil Gibran :) Aku dikenalkan pada Kahlil Gibran sama mantan pacarku. Dia punya koleksi buku2nya Kahlil Gibran, & aku suka minjam (keto' ra bondo hahaha..)
Jangan pacaran dengan sahabat? Emmm.. menurutku sih begini:
Aku belum pernah mengalami jatuh cinta dengan sahabat sendiri. Ada 2 orang cowok yang adalah teman baikku (2 of those guys you saw on my FS new photo album). Tapi sejauh ini gak ada kisah cinta yang terselip dalam persahabatan kami. Awalnya sih ada. Biasa lah.. crush2-nya anak SMA =^_^= Karena kami temenan sejak SMA (salah satunya malah sejak SD). Tapi untuk saat ini kami sudah bahagia dengan persahabatan yang ada.
Yang namanya cinta datangnya karena memang ada kecocokan jiwa (according to uncle Kahlil). Ada kemungkinan seseorang yang punya kecocokan jiwa dengan kita adalah sahabat sendiri. Who knows? Dan apakah kita sanggup menolaknya kalo itu terjadi? Kurasa tidak, walaupun kita berusaha dalam hitungan tahun bahkan millenia (again, according to uncle Kahlil).
Cinta yang ku lihat, cinta yang kamu lihat, cinta yang temenmu lihat, masing2 punya perbedaan walaupun kadang nyaris serupa. People have their own shapes of love. Unik untuk masing2 orang. Gak bisa diseragamkan.Temanmu memilih cinta yang tidak akan menjamah sahabat sendiri. Mungkin karena bentuk cinta yang seperti itu yang dilihatnya. Jadi, tak ada yang benar, tak ada yang salah. Karena kita masing2 melihat cinta yang berbeda.
Sekarang waktunya mendengar pendapatmu. Gimana Pak Dokter?
Edan.. Dalem banget ya kata2ku.. Ini jarang terjadi loh.. Aku aja terpana. Ckckckck..
piyek said...
October 8, 2008 at 3:58 PM
Hohoho..Sepertinya km jg cocok ngajar mata kuliah 'cinta' yek.. ;p
Sebenarnya,ada hal lain yg lebih mendasar dari sekedar kecocokan jiwa,yaitu pengorbanan.Omong kosong kalo seseorang mencintai pasangannya hanya karena cocok,tanpa mau berkorban.Cinta itu identik dg pengorbanan,termasuk mengorbankan perasaan ketika orang yg dicintai menjadi milik orang lain..hiks..
Menurutku pribadi sih cinta i tu malah sebaiknya diawali dari persahabatan.Kalo ternyata cinta berakhir trus jdnya permusuhan,kupikir itu bukan cinta yek..Tp nafsu.
Aku pernah gagal dalam bercinta yek..Dan itu membuatku ekstra waspada dalam membina sebuah hubungan.Aku sendiri berfirasat kalau kekasihku berasal dari salah satu sahabatku..Love will find a way.
Gamabunta:"Ah..Yg beneeeerrr.."
Jiraiya:"Km nguping ya bunta?Hush..Hush..Ini perbincangan antar manusia"
Gamabunta:"Kasih nyamuk dulu"
Jiraiya:"Huuu..Dasar kodok mata nyamukan!"
Andri Journal said...
October 8, 2008 at 6:07 PM
Piyek: "BUNTAAAA..!!!"
Gamabunta: "Iya Nyah.."
Piyek: "Kamu kok gak sopan sih. Nguping pembicaraan orang?"
Gamabunta: "Maaf Nyah.."
Piyek: "Emangnya Nyonyah pernah ngajarin Bunta begitu?"
Gamabunta: "Gak Nyah.."
Piyek: "Trus??"
Gamabunta: "Maaf Nyah.."
Piyek: "Sudah, pergi sana. Nangkap nyamuk kek, godain cewek kek, apalah terserah. Nyonyah ada obrolan penting nih. Nanti kalo nakal Nyonyah iket di pohon loh. Mau???"
Gamabunta: "Iya Nyah.. Eh gak Nyah.. Eh iya.. eh.. eh.."
Nah, Bunta sudah pergi. Tau tuh si Bunta, sukanya godain cewek, apalagi yang rambutnya lurus panjang. Entah ketularan sapa tuh... *menatap dengan pandangan menyelidik*
Aku sepaham denganmu. Persahabatan mesti dilibatkan dalam hubungan percintaan. Kalo sudah gak ada cinta, gairah, nafsu, dan apalah itu namanya, setidaknya masih tersisa persahabatan.
Aku sering gerah kalo dengar pernyataan: "Yah.. saya mencoba mempertahankan pernikahan ini demi anak2". Nah, yang jadi pertanyaan adalah: gimana kalo anak2nya sudah besar dan punya kehidupan masing2? Apa lagi yang tersisa? Makanya aku gak heran kalo ada pasang paruh baya yang memutuskan untuk bercerai. Karena satu2nya 'perekat' dalam rumah tangga mereka (which are their kids) sudah sibuk dengan hidupnya sendiri2.
Sayangnya, aku gak punya kesempatan untuk bersabahat dengan mantan pacarku. Kami putus 2 tahun yang lalu karena keadaan yang selama bertahun2 (cukup lama untuk sebuah hubungan) tidak kami temukan jalan keluarnya. Dan kami bersepakat secara baik2 untuk menjalani hidup masing2.
Sekarang dia sudah menikah dan sebentar lagi punya anak. Setelah dia nikah aku memutuskan untuk tidak menghubunginya lagi. Selain karena istrinya galak dan SANGAT TIDAK SUKA denganku (hhh.. ternyata banyak juga wanita yang tidak menyukaiku), aku juga harus melanjutkan hidupku dan kurasa dia juga seperti itu *tsah*. It's hard but still trying to :)
Lha.. kok ini jadinya curhat sih? Hehehe..
Piyek: "BUNTAAA..!!"
Gamabunta: "Iya Nyah.."
Piyek: "Tolong pasangin net dong.. Nyonyah gak nyampe nih.."
Gamabunta: "Mau main bulutangkis sama Bunta ya?"
Nyonyah: "Yeee.. geer-an deh situ. Nyonyah mau sama Jiraiya kok.. yeee..."
Gamabunta: *melangkah gontai dan memasang net*
piyek said...
October 8, 2008 at 9:14 PM