Blogger Template by Blogcrowds.

Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts


Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu


Sapardi Djoko Damono


"Remember to play after every storm"

Itulah kalimat yang akan menyambut kita bila berkunjung ke sini. Sebuah situs yang dibuat demi mengenang seorang bocah laki-laki yang menjalani hidupnya (hanya) 13 tahun. Bila Mattie (demikian orang sering menyapanya) mengetahui bahwa aku menambahkan kata 'hanya' di depan usianya, mungkin ia akan protes berat. Karena (mungkin) baginya waktu 13 tahun itu sudah lebih dari cukup untuk mengabarkan berita baik ke penjuru dunia.

Anak yang menakjubkan. Begitu yang bisa kukatakan untuk mendeskripsikan seorang Mattie Stepanek. Dalam setiap gambarnya yang kurekam dalam ingatanku, tak pernah sekalipun senyum absen dari wajah mungilnya (yang imut).

Mattie menderita kelainan otot yang sifatnya genetik. Ibunya mengalami hal yang sama. Bahkan seorang adiknya meninggal dikarenakan penyakit tersebut. Tapi herannya, Mattie yang sehari-harinya sangat bergantung dengan kursi roda seolah-olah punya daya jangkau yang luas.

Puisi serta buku yang dibuatnya mencelikkan mata. Membuka mata bahwa semua yang kita alami patut disyukuri. Seorang anak yang begitu menghargai hidup dan berterima kasih atas semua yang dimilikinya. Termasuk kematian yang berjalan mendekat ke arahnya. Karena hanya dengan begitu kita dapat melihat keindahan pelangi setelah badai yang menerpa.

Seorang anak, yang bahkan dengan mengingatnya saja, membuatku merinding dan terharu.

Dan ketika Tuhan memanggilnya kembali, sebuah upacara pemakaman - yang (lagi-lagi) membuatku nyaris menangis - dipersembahkan untuk mengenang seorang anak berhati mulia ini. Mattie dimakamkan layaknya seorang Pemadam Kebakaran - yang menjadi pahlawan dalam versinya. Bukti bahwa Mattie adalah seorang pahlawan - dengan caranya sendiri.


Bila dirimu merasa lelah dengan hidup yang dijalani, mencibir atas semua yang terjadi, kecewa dengan yang kau terima, sering-seringlah berkunjung ke sini. Mudah-mudahan dapat memberi pencerahan dan kau dapat tersenyum kembali. Palus wei...


Beberapa puisi karyanya

HEARTSONG

I have a song, deep in my heart,
And only I can hear it.
If I close my eyes and sit very still
It is so easy to listen to my song.
When my eyes are open and
I am so busy and moving and busy,
If I take time and listen very hard,
I can still hear my Heartsong.
It makes me feel happy.
Happier than ever.
Happier than everywhere
And everything and everyone
In the whole wide world
Happy like thinking about Going to Heaven when I die.
My Heartsong sounds like this:

I love you! I love you!
How happy you can be!
How happy you can make
The whole world be!

And sometimes it's other
Tunes and words, too,
But it always sings the
Same special feeling to me.
It makes me think of
Jamie, and Katie and Stevie,
And other wonderful things.
This is my special song.
But do you know what?
All people have a special song
Inside their hearts!
Everyone in the show wide world
Has a special Heartsong.
If you believe in magical, musical hearts,
And if you believe you can be happy,
Then you, too, will hear your song.


PRAYER FOR A JOURNEY

Thank You, God,
Not just for life,
But for our journey through life.
Life is a miracle,
And a journey through life
Is so full of so many more miracles
If we travel with our Heartsongs.
Thank You, God,
For blessing me with the
Gift of Heartsongs,
So that I can enjoy my miracles.

Tidakkah kau terdiam sejenak?

Puisi dapat ditengok di sini

Nice Words


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat di sampaikan awah kepada hujan yang menjadikannya tiada


A poem by Sapardi Joko Damono

Older Posts Home