Blogger Template by Blogcrowds.

Showing posts with label songs. Show all posts
Showing posts with label songs. Show all posts



It's been ages since the last time I watched MTV. I can not remember when that was. Until yesterday, my husband accidentally changed the channel to MTV. This song was the song that was aired at that time.  

This song broke my heart in a crack. I can not be moved until it finished.






The Man Who Can't Be Moved - The Script

Going Back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying, "If you see this girl can you tell her where I am? "

Some try to hand me money, they don't understand
I'm not broke I'm just a broken hearted man
I know it makes no sense but what else can I do
How can I move on when I'm still in love with you

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on the corner of the street
So I'm not moving, I'm not moving

Policeman says, "Son you can't stay here"
I said, "There's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year"
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go

Reff:
'Cause If one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on our corner of the street
So I'm not moving, I'm not moving,
I'm not moving, I'm not moving

People talk about the guy that's waiting on a girl
There are no holes in his shoes but a big hole in his world

Maybe I'll get famous as the man who can't be moved
Maybe you won't mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'Cause you'll know it's just for you
I'm the man who can't be moved

Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move 

day by day


Day by day,
O dear Lord, three things I pray

To see Thee more clearly,
love Thee more dearly,
follow Thee more nearly,
day by day


Dulu ku tak pernah percaya
'kan cinta yang tak harus memiliki
Pernah ku paksakan walau tak sejalan
Meski ku tau ku salah

Dan ku coba melupakanmu
Karna ku tau kau bukan milikku

Dan ku berhenti berharap
Akan cintamu yang dulu ada di hati
Dan ku coba 'tuk bertahan
Walau berat kini ku berhenti berharap

Kini ku akui
Hatiku tak bisa slalu miliki dirimu

MARCELL

bagaimana ku bisa
berpaling darimu
sekian lama ku mencari
separuh jiwaku

ku mau menunggu
tak pernah berhenti
sampai suatu saat nanti kau kan menyadari

kuingin kau tau takkan ada habisnya
ku masih miliki cinta
melebihi yang kau kira

hanyalah senyummu
yang menghapus rinduku
telah lama tak ku jumpa
menghilang dariku

akan ku lakukan
asal kau kembali
ku tak sanggup sendiri lebih lama lagi

kuingin kau tau takkan ada habisnya
kumasih miliki cinta
melebihi yang kau kira

kuingin kau tau kau tetap dihatiku
ada yang harus kau mengerti
kau takkan ada gantinya

yang aku inginkan hanyalah dirimu
bersamaku selamanya
bantu aku pergi dari sepi
yang kurasa menyakitkan

IPANG


P.S.
Yah... yah.. lagu ini GANAS

hope


Walau makan susah
Walau hidup susah

Walau ‘tuk senyumpun susah

Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan


Ku bahagia - Sherina


Mudah-mudahan masih bisa mengingat posting kali ini bila saat-saat 'susah' itu akhirnya datang.
(And it already happened when I was 'playing' with my blog's layout, hhhh...)


I wanna make you smile,
whenever you're sad.
Carry you around when your arthritis is bad.
Oh, all I wanna do, is grow old with you.

I'll get you medicine when your tummy aches,
build you a fire if the furnace breaks.
Oh, it could be so nice, growin' old with you.

I'll miss you, kiss you,
give you my coat when you are cold.
Need you, feed you,
I'll even let you hold the remote control.

So let me do the dishes in our kitchen sink,
put you to bed when you've had too much to drink.
Oh I could be the man who grows old with you.

I wanna grow old with you..

I Wanna Grow Old With You - Adam Sandler

PS. Berharap ini bisa dijadikan theme song for my marriage life


Perempuan dengan tingkat sentimentil yang rendah ini nyaris menitikkan air mata ketika:

Membaca 'Malaikat Juga Tahu'
Mendengar 'Malaikat Juga Tahu'

Melihat 'Malaikat Juga Tahu'


Membuka mata bahwa setiap manusia memiliki (setidaknya) seorang 'malaikat' yang punya wujud. Begitu riil. Namun entah kenapa tingkat transparansinya sangat tinggi sehingga tak kasat mata.

* masih terkena demam Rectoverso


Sekitar 2 minggu yang lalu aku membaca Rectoverso. Seorang teman melontarkan pernyataan (yang kurang lebih intinya): 'Ku tunggu reviewnya'. Seketika itu juga aku menolak untuk memberi review karena merasa kapabilitas yang minim untuk mengobok-obok karya paling mutakhir dari seorang Dewi Lestari. Dan berikut ini bukan review, hanya cerita perjalananku bersama Rectoverso.

Aku meluangkan waktu (seluang-luangnya) ketika membaca Rectoverso. Menyelesaikan semua kegiatan, men-silent hp, kemudian berbaring dengan santai. Menenggelamkan diri dalam kesunyian. Hening.

Lembar demi lembar itu memaksaku untuk terus membaca. Seperti tak rela membiarkanku berpaling dari pesona keindahan aksara yang tertera di atasnya.

Cerita yang disuguhkan sepertinya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dan ketika aku membacanya, yang terlintas di pikiranku adalah 'ini kok mirip ceritaku ya..', 'ih, kayak ceritanya si anu', 'cerita ini si anu banget deh', danseterusnyadanseterusnya.

Contohnya 'Hanya Isyarat' yang sangat kuingat sebagai 'Cinta Punggung Ayam'. Bercerita tentang cinta yang tak berani diungkapkan. Padahal orang itu begitu dekat, begitu nyata (mmm.. kok terdengar seperti jargon operator telepon selular ya.. tak ada maksud menjiplak.. sungguhsuersumpah).

Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta.
Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh
yang lenyap keluar dari bingkai mata
sebelum tangan ini sanggup mengejar.
Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara,
langit, awan, atau hujan.

Sedih. Karena aku pernah mengalami hal yang sama. Lebih tepatnya: mirip. Konon, waktu SMA. Jatuh cinta pada orang yang begitu dekat, begitu nyata (aduh.. kok pake term ini lagi sih?). Begitu mudah disapa, digapai, dijamah, atau diboncengi pake sepeda motor. Tapi entah kenapa dia meletakkan hatinya di tempat yang jauh. Tak dapat disapa, tak tergapai, tak mampu dijamah, bahkan bila harus mbonceng pake sepeda motor sekalipun. (sigh).

Kemudian ada 'Malaikat Juga Tahu' yang bercerita tentang cinta-setengah-mati seorang pria. Sayangnya si wanita menganggapnya hanya sebagai rekanan yang sangat setia. Selalu siap pakai kapan pun dibutuhkan. Walaupun cerita yang persis sama seperti ini akan jarang sekali kita temui pada kehidupan sehari-hari, tapi secara garis besar cerita seperti ini banyak beredar di jagat nyata. Memilukan. Mencelikkan mata. Membuatku nyaris menangis.

Karena tak kau lihat terkadang malaikat
tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan.
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Aku percaya, every song has its own story. Every written story has its own song. Unik untuk tiap cerita. Spesial untuk tiap lagu. Cerita itu dapat tersurat pada syair lagu, dapat pula tersirat pada deretan not yang membentuk nada lagu tersebut. Lagu dan cerita dibaliknya bagaikan belahan jiwa. Soulmate.

Dan pada Rectoverso kedua belahan jiwa tersebut akhirnya dipertemukan. Utuh. Komplit.

Having you close to my heart as I say a little grace
I'm thankful for this moment...
...
If everything has been written down, so why worry we say
It's you and me with a little left of sanity
...

*semua kutipan diambil dari sini


I like the feel of your name on my lips
and I like the sound of your sweet gentle kiss.
The way that your fingers run through my hair,
and how your scent lingers even when you're not there.

And I like the way your eyes dance when you laugh,
and how you enjoy your two hour bath.
And how you convinced me to dance in the rain
with everyone watching like we were insane.

I love the way you love me.
Strong and wild, slow and easy.
Heart and soul, so completely.
I love the way you love me.

I like the way that you sing sweet and low
When they're playing our song on the radio
And I like the innocent way that you cry
At old time movies you've seen hundreds of times

And I could list a million things
That I love to like about you,
but they all come down to one reason I could never live,
live without you.


ERIC MARTIN

PS:
We love someone because of some reasons, don't we?

*Di sela-sela lembur pada hari Minggu T_T*

DEWI*



Kutanamkan hatiku, tumbuh bersamamu
Takkan kupetik hingga akhir masa hidupku
Dengarlah, kau dengar
Selama bumi berputar, ku tetap milikmu

Dewi, bukalah kedua matamu
Pandanglah ruang di hatiku
Dewi, berikan nafasmu untukku
Agar kuhirup bersamamu
bersamamu…
terus bersamamu

ALEXA

*my recent fave song

Mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya*

Jujur aja, aku bukan penggemar Nidji. Tanyakan aja nama personelnya, dan yang ku tau cuma 1: Giring. Hanya itu informasi paling akurat tentang Nidji yang bisa kusampaikan. FYI, satu2nya daya tarik Nidji bagiku adalah salah satu gitarisnya *gak tau namanya. itu loh.. yang pacaran sama Dea Ananda*. Ganteng *tersipu-malu mode on*. Jenis musik yang mereka bawakan bukan jenis musik yang bisa kucerna dengan baik. Mungkin terlalu berat untuk otakku yang sangat sederhana ini. Hehehe..

Namun ketika aku dengar mereka membawakan lagu 'Laskar Pelangi', tiba2 aku bisa berhenti sejenak dari kegiatan yang kulakukan saat itu dan mendengarkan *dengan seksama* lagu itu. Seperti ada kekuatan magis yang menarikku untuk tetap mendengarkannya. Tapi aku percaya Nidji gak perlu guna2 supaya lagu mereka yang satu ini bisa laku. Musik dan liriknya berjalan bersama. Dan cuma satu kata yang bisa kukatakan untuk menggambarkan perasaanku tentang lagu ini: pas.

Laskar Pelangi
tak kan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa

Kalimat pertama lagu ini kena banget. Memang benar, mimpi adalah langkah awal dari semua langkah. Dan aku sendiri merasakannya.

Aku lahir dari keluarga yang biasa2 aja. Bahkan bisa dibilang pas2an saat itu. Tapi orang tuaku punya mimpi untuk menyekolahkan anak2 mereka setinggi mungkin. Urusan bayar biayanya gimana, masih belum tau. Tapi bekal yang paling berharga yang orang tuaku miliki adalah: mimpi untuk menjadikan anak2nya orang yang berpendidikan.

Aku pun punya mimpi yang serupa. Ingin kuliah ke Jawa supaya dapat pendidikan yang lebih bagus *bukannya mengecilkan mutu pendidikan di tempat asalku*. Tapi aku pengen punya pengalaman baru dan merasakan kehidupan di luar sana. Dan suatu hari aku liat profil sebuah kampus swasta Surabaya di tv. Mulai hari itu aku bertekad bahwa aku harus kuliah di situ. Walaupun aku sadar, biaya yang harus dikeluarkan untuk kuliah di sana pasti besar sekali. Caranya bagaimana? Dipikirkan nanti.

Ternyata, kampus itu menawarkan beasiswa 100% (tuition fee) bagi calon mahasiswa dari Kawasan Timur Indonesia. Kemudian aku mengikuti tes beasiswa tersebut, dan sebulan kemudian aku diterima. Rasanya hampir gak percaya. Tapi mimpi akhirnya jadi kenyataan.

Dan sekarang, lihatlah. Usaha yang ditekuni orang tuaku sudah menunjukkan hasil yang baik. Formula yang dipakai adalah mimpi + kerja keras. Bahkan mereka bisa menyekolahkan adeku di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku bangga dengan orang tuaku.

Menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang Kuasa
Cinta kita di dunia,
selamanya...

Mimpi2 lain yang sering kali terwujud adalah travelling ke tempat2 yang belum pernah ku kunjungi. Aku pernah bilang dalam hati: "Belum pernah ke Bali nih. Pengen banget ke sana". Dan beberapa lama kemudian, aku sudah ada berlibur di Bali. Sejak saat itu, aku selalu menetapkan kota mana yang ingin ku tuju sebagai next destination ku.

Pernah aku bilang sama temen: "Aku pengen banget ke Manado. Entah kapan, tapi aku harus ke sana". Dan 2 tahun setelah aku bilang begitu, kesempatan itu datang. Dan lebih enaknya lagi, tak perlu mengeluarkan biaya pribadi. Menyenangkan bukan?

Mau percaya atau gak, kota2 di 5 pulau besar di Indonesia yang pernah ku kunjungi, semuanya berawal dari mimpi. Dan tujuanku berikutnya adalah: Lombok dan Singapura. Kita lihat, seberapa cepat mimpiku ini direspons :)

Cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

Aku jadi ingat beberapa tahun yang lalu. Waktu itu masih fresh graduate dan berkeliling kota Surabaya untuk mencari pekerjaan. Dan entah kenapa, setiap kali diajukan pertanyaan *baik secara lisan maupun tulisan* tentang pekerjaan sebenarnya yang kuinginkan, aku mesti menjawab: "Jadi ibu rumah tangga dan buka cafe". Aku sampe ditegur sama mantan pacarku *yang saat itu masih jadi pacarku*, kalo cari kerja itu yang serius.

Kalo mau ditanya tingkat keseriusanku waktu ngasih jawaban itu, aku sangat serius. Aku juga gak ngerti kenapa jawaban itu bisa keluar. Tapi yang aku lebih gak ngerti lagi, walaupun aku sudah ngasih jawaban seperti itu, aku tetap dipanggil untuk interview berikutnya. Hehehehe...

Dan memang itu mimpi terbesarku saat ini. Jadi ibu rumah tangga dan pengen punya cafe. Dan kalo anak2 sudah bisa mandiri, pengen beli rumah di desa dengan halaman belakang yang luas lengkap dengan ayunan kayunya. Kemudian sesekali travelling ke tempat2 yang belum pernah dikunjungi. Lalu hidup dengan tenang sampai ajal menjemput. Ketiga hal terakhir tentu saja ingin kulakukan bersama pria yang kucintai *tersipu-malu mode on lagi*.

Laskar Pelangi
tak kan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

Dan bagi orang2 yang bahkan untuk bermimpi pun mereka tak berani, kusampaikan pada kalian 2 kata yang sering diucapkan oleh si Gundheg *temanku* dengan logat Jawa-Toraja nya yang lucu: "Mati ae.."

*Lirik lagu Laskar Pelangi - Nidji

Two Words




In a while, in a word,

Every moment now returns.
For a while, seen or heard,
How each memory softly burns.
Facing you who brings me new tomorrows,

I thank God for yesterdays,

How they led me to this very hour,
How they led me to this place...

Every touch, every smile,

You have given me in care.

Keep in heart, always I'll,
Now be treasuring everywhere.
And if life should come to just one question,

Do I hold each moment true?
No trace of sadness,

Always with gladness...

'I DO...'


Now a song that speaks of now and ever,

Beckons me to someone new,

Unexpected, unexplored, unseen,
Filled with promise coming through.

In a while, in a word,
You and I forever change,
Love so clear, never blurred,

Has me feeling wondrous, strange,

And if life should come to just one question,

Do I face each moment true?

No trace of sadness,
Always with gladness...

'I DO...'

Two Words by Lea Salonga

Older Posts Home