Trip ke Maroko bareng Trinity!
2 months ago
Ternyata berdiri di tengah tidaklah gampang.
Berusaha menahan gerakan dari sisi kiri agar tak menyakiti sisi kanan. Memfilter aksi-aksi yang dilakukan sisi kanan agar sisi kiri tak semakin marah.
Yang berdiri di tengah pun lebam-lebam. Hhh...
Dan saat tak ada lagi perbedaan antara sisi kiri dan sisi kanan, semua akan meninggalkan lapangan dengan hati bahagia. Yang tersisa adalah: si tengah, dengan probabilitas yang besar untuk disambar petir. Ha!
Tuhan, aku boleh curhat gak?
Labels: my thoughts
Wah..Apalagi kalo punya istri dua yek..Repotnya bukan main..Mana istri2nya itu gak mau tinggal satu rumah lg. :( Terpaksa deh si suami pontang-panting.Istri muda penginnya disayang2,sementara istri tua gak mau ditinggalkan.Poligami ternyata merepotkan. ;D
Andri Journal said...
October 17, 2008 at 6:40 AM
Mmm.. Kayaknya yang kali ini more complicated than beristri dua.
Aku dikondisikan sebagai penengah sedangkan aku juga bingung gimana solusinya. Pengen bisa berbagi dengan seseorang, tapi aku gak berani. Masalah ini fragile sekali. Takutnya nanti malah ditambah2i dan jadi runyam.
Pusing.
piyek said...
October 17, 2008 at 7:49 AM