Blogger Template by Blogcrowds.




Si Orang Biru tersenyum. "Tidak Edward. Kau ada di sini agar aku bisa mengajarimu sesuatu. Semua orang kau temui di sini punya sesuatu untuk diajarkan padamu."

Eddie tidak percaya. Tangannya masih terkepal.

"Apa?" tanyanya.


"Bahwa tidak ada kejadian yang terjadi secara acak. Bahwa kita semua saling berhubungan. Bahwa kau tidak bisa memisahkan satu kehidupan dari kehidupan lain, sama seperti kau tidak bisa memisahkan embusan udara dari angin."

=============

"Orang-orang asing," kata si Orang Biru, "adalah keluarga yang masih belum kaukenal."

=============

"Tidak ada kehidupan yang sia-sia," kata si Orang Biru.

"Satu-satunya waktu yang kita sia-siakan adalah waktu yang kita habiskan dengan mengira kita hanya sendirian."

=============

"Pengorbanan," kata Kapten. "Kau membuat pengorbanan. Aku membuat pengorbanan. Kita semua membuat pengorbanan. Tapi kau merasa marah dengan pengorbanan yang kauberikan. Kau selalu memikirkan apa yang telah kaukorbankan."

"Kau belum mengerti. Pengorbanan adalah bagian dari kehidupan. Harusnya begitu. Bukannya sesuatu untuk disesali. Tapi sesuatu untuk didambakan. Pengorbanan kecil. Pengorbanan besar. Seorang ibu bekerja keras agar anaknya bisa sekolah. Seorang anak perempuan pindah rumah untuk merawat ayahnya yang sakit."

=============

Kapten berdecak dengan lidahnya. "Justru di situlah intinya. Kadang-kadang kalau kau mengorbankan sesuatu yang berharga, kau tidak sungguh-sungguh kehilangan itu. Kau hanya meneruskannya pada orang lain."

=============

"Aku ingin kau belajar ini dariku. Menyimpan rasa marah adalah racun. Menggerogotimu dari dalam. Kita mengira kebencian merupakan senjata untuk menyerang orang yang menyakiti kita. Tapi kebencian adalah pedang bermata dua. Dan luka yang kita buat dengan pedang itu, kita lakukan terhadap diri kita sendiri."

=============

Orang sering mengatakan mereka "menemukan" cinta, seakan-akan cinta sejenis benda yang tersembunyi dibalik bongkahan-bongkahan batu. Tapi cinta mempunyai berbagai bentuk, dan tidak pernah sama bagi setiap pria dan wanita. Yang ditemukan orang sebenarnya cinta tertentu.

=============

Cinta, seperti hujan, bisa menyuburkan dari atas, menghujani pasangan dengan keceriaan. Tapi kadang-kadang, dalam panasnya kehidupan, cinta seolah kering di permukaan dan harus tergantung pada akarnya yang tertanam dalam untuk membuatnya tetap hidup.


MITCH ALBOM

2 comments:

Ada sebuah kisah.

Anas berkata:Pada suatu hr kami duduk di sisi Nabi saw lalu beliau bersabda:"Dari lorong ini skr muncul kpd kalian seorang dari penghuni sorga".Anas berkata:kmd muncul kpd kami seorang dari Anshar seraya menyeka bekas air wudhu di jenggotnya dan menenteng kedua sandalnya di tangan kirinya lalu memberi salam.Keesokan harinya Nabi saw bersabda spt itu lalu orang itu muncul lg.Pd hr ketiga jg demikian.Setelah Nabi saw bangkit,Abdullah bin Amer bin al Ash mengikuti orang itu lalu berkata kepadanya:Sesungguhnya aku bertengkar dg bapakku lalu aku bersumpah untuk tidak masuk kpdnya selama tiga hr;maukah km menampungku selama tiga hr?Ia menjawab:Ya.Kmd Abdullah menginap di rumahnya selama tiga malam,tetapi tidak pernah melihatnya bangun malam kecuali jika berbalik dari tempat tidurnya ia menyebut Allah dan tidak bangun kecuali untuk shalat Shubuh.Abdullah berkata:Tetapi aku tidak pernah mendengarnya berkata kecuali kebaikan.Setelah tiga hr dan aku hampir menyepelekan amalnya,aku berkata:"Wahai hamba Allah,sebenarnya aku tidak pernah bertengkar dg bapakku,tetapi aku pernah mendengar Nabi saw bersabda begini dan begitu,lalu aku ingin mengetahui amal perbuatanmu tetapi aku tidak melihatmu melakukan perbuatan yg banyak,lalu apakah gerangan yg membuatmu mencapai tingkatan tsb?"Ia menjawab:"Tidak ada apa2 kecuali yg km lihat".Ketika aku kembali ia memanggilku lg seraya berkata:"Tidak ada apa2 kecuali yg km lihat,hanya saja aku tidak punya rasa benci dan dengki kpd salah seorang kaum Muslimin yg dikaruniai Allah kebaikan".Abdullah berkata:Kmd aku berkata kpdnya,"Itulah yg membuatmu mencapai tingkatan itu,dan itu lah yg tidak mampu kami lakukan"

NB:
Ini ngetiknya pake handphone lho..Hebat kan?Hee..Semoga bisa diambil hikmahnya. =)

October 4, 2008 at 6:01 PM  

Thanks for sharing ya.. :) Bisa dijadikan referensi hidup.

Ini buku Mitch Albom pertama yang kubaca. Isinya kena banget walaupun dikemas secara ringan (which is suited for my brain capacity hahaha..). Sejauh ini sih bikin aku pengen baca another Albom's books.

Oya, semoga ayahmu segera membaik. Kesabaran dan ketelatenan ibumu merawat ayahmu adalah bentuk pengorbanan beliau terhadap keluarga dan bukti cinta yang akarnya tertanam dalam pada ayahmu.

Btw, jempol sampeyan gak keriting Mas? Mau saya setrika supaya lurus lagi? Hehehe...

October 5, 2008 at 8:15 AM  

Newer Post Older Post Home