Blogger Template by Blogcrowds.

hope


Walau makan susah
Walau hidup susah

Walau ‘tuk senyumpun susah

Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan


Ku bahagia - Sherina


Mudah-mudahan masih bisa mengingat posting kali ini bila saat-saat 'susah' itu akhirnya datang.
(And it already happened when I was 'playing' with my blog's layout, hhhh...)


Kemaren sore aku jalan-jalan bareng teman wanitaku (maksudnya seorang teman yang berjenis kelamin wanita. ah, dirimu tau lah yang kumaksudkan :-P). Ketika sedang menikmati es teler, entah kenapa kami bisa sampai ke topik pembicaraan yang satu ini. BRA. Ya, bra.

Lalu kami bercerita tentang bra yang nyaman dipakai dan yang tidak. Dan biasanya berpengaruh juga pada harganya. Serta menceritakan reaksi pasangan masing-masing ketika mengetahui ternyata harga bra tidak semurah yang mereka kira. Ehm, ada sih yang harganya sangat terjangkau. Tapi biasanya disertai dengan kemungkinan 'aset berharga' tersebut lecet-lecet terkena kawat penyangga yang menyembul dengan seenaknya. (Dan ini juga dari hasil pengalaman pribadi ketika ingin menghemat pengeluaran belanja bra ;-P)

Temanku kemudian bercerita kalo dia menemukan sebuah ungkapan menarik yang ada sangkut pautnya dengan bra. Dan ketika aku mendengarkannya, saat itu pula aku memutuskan untuk menjadikannya favoritku juga.

Friends are like bras:
close to your heart and there for support


Hahaha! Kena banget deh ;-)


I wanna make you smile,
whenever you're sad.
Carry you around when your arthritis is bad.
Oh, all I wanna do, is grow old with you.

I'll get you medicine when your tummy aches,
build you a fire if the furnace breaks.
Oh, it could be so nice, growin' old with you.

I'll miss you, kiss you,
give you my coat when you are cold.
Need you, feed you,
I'll even let you hold the remote control.

So let me do the dishes in our kitchen sink,
put you to bed when you've had too much to drink.
Oh I could be the man who grows old with you.

I wanna grow old with you..

I Wanna Grow Old With You - Adam Sandler

PS. Berharap ini bisa dijadikan theme song for my marriage life


Kemaren seorang teman meneleponku untuk mengajakku makan. Aku tak bisa mengklasifikasikan ajakan 'makan' berdasarkan pembagian waktu yang biasanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sarapan? Rasanya sudah terlalu siang. Makan siang? Terlalu pagi. Ehm.. tak penting. Yang pasti kami berdua pergi makan bareng.

Lalu dia memintaku untuk menemaninya ke bengkel untuk melakukan 'check-up' terhadap mobilnya. Dan karena masih ada cukup waktu sebelum kami kembali bekerja, selepas dari bengkel kami pun memutuskan untuk singgah di KFC.

Karena masih kenyang dan terbayang-bayang raut kenikmatan keponakanku waktu menikmati lychee float, akhirnya aku memesan minuman itu. Temanku pun jadi ikut-ikutan. Bedanya dia pesan lychee soda (plus chicken fillet!).

Roman kami berubah menjadi heran ketika pesanan kami siap. Apa sebab? Lychee float-ku warnanya hijau dan lychee soda-nya berwarna hijau kekuningan. Seketika itu kami langsung saling menatap.

"Warnanya kok beda ya? Padahal kan sama-sama lychee?"

"Iya, bedanya kan cuma punyaku pake es krim trus punyamu pake soda. Harusnya gak ada pengaruhnya dengan warna kan?"

Lalu terciptalah percakapan tidak penting antara aku (P a.k.a Piyek), temanku (TP a.k.a Teman Piyek), dan mbak-mbak KFC (MK).

TP : "Mbak, emangnya apa bedanya dua minuman ini?"
MK : "Beda mbak. Yang ini Lychee Float, trus yang ini Lychee Soda."
P : *roll my eyes* "Iya, tapi bedanya apa?"
MK : "Yang ini pake es krim, trus yang satunya tambah soda."
TP : "Iya tau mbak. Maksudnya, kenapa jadi keliatan beda?"
MK : *mulai bingung sambil menatap aku dan temanku bergantian*
TP : "Kok yang ini warnanya hijau trus yang ini warnanya kuning."
MK : "Soalnya yang ini Lychee Float, trus yang ini Lychee Soda."
P : *halah!* "Ini sama-sama lychee kan?"
MK : "Iya"
P : "Trus kenapa warnanya beda? Padahal dua-duanya kan lychee. Cuma beda es krim sama soda aja."
MK : "Soalnya yang Lychee Soda dikasih orange juice mbak, makanya warnanya agak kuning."
P + TP : *dengan wajah lega* "Oooooo..."

Mbak-mbak yang ngantri di samping kami pun ikut-ikutan tertawa. Ternyata dia nguping dari tadi.


Halo semua. Selamat tahun baru ya...

Lama sekali aku tak mengurusi hideaway place-ku ini. Ini dikarenakan aku sedang beradaptasi menjadi seorang ibu rumah tangga. Dan ternyata itu perlu kerja keras saudara2. Tidak mudah untuk konsisten menyapu rumah paling tidak satu kali sehari, mengepel rumah paling tidak dua hari sekali, memasak setidaknya 3 kali sehari, mencuci pakaian kira2 3 hari sekali diimbuhi dengan menyetrika pula, danseterusnyadanseterusnya. Ditambah perayaan ulang tahun serta Natal, otomatis beban kerja sebagai ibu rumah tangga pun berlipat ganda. (menghela napas)

Sebenarnya kesibukan sebagai ibu rumah tangga bukanlah satu-satunya penyebab jarangnya diriku membenahi tempat ini. Faktor utamanya adalah kesulitan untuk melakukan akses internet dengan nyaman. Internetan pake HP sih sebenarnya sering kulakukan selama aku di Surabaya. Tapi tingkat kenyamanannya itu loh, sangat rendah. Wong mengetik sms agak panjang aja diriku sudah mengalami kram jempol. Apalagi kalo mesti mengetik postingan. Alamak!

Selama di Surabaya aku dan suami menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi. Dan dikarenakan seringnya kami menjumpai lampu lalu-lintas di jalanan, aku mengamati hal-hal yang terjadi. (Secara, lampu merahnya lama banget. Huh!).

Dari pengamatanku terlihat bahwa kaidah-kaidah (hah?? kaidah??) yang berlaku di seputaran lampu lalu-lintas sudah agak rancu. Para pengendara sepeda motor biasanya nangkring setelah garis batas zebra cross untuk menunggu lampu hijau menyala. Tapi tunggu dulu... Bukannya mereka gak bisa liat tuh lampu menyala, secara mereka ada beberapa meter di depan traffic light.

"Gimana mereka bisa tau kalo lampu hijaunya nyala?", tanyaku pada suami.

"Kalo ada yang nglakson dari belakang artinya sudah lampu hijau"

Nah, kalo ada yang tingkat keisengannya cukup tinggi lalu membunyikan klakson sebelum lampu hijau menyala, bagaimana?

Newer Posts Older Posts Home