Lagi bete berat. Apa pasal? Berkas naik pangkat gak LOLOS.
FYI, sebagai tenaga pengajar, kalo mau naik pangkat or jabatan fungsional mesti mengumpulkan angka kredit. Nah, untuk kenaikan pangkat kali ini aku mesti mengumpulkan 50 angka kredit.
Dengan susah payah aku mengumpulkan 50 angka kredit itu. Membuat makalah, menulis di jurnal, mengajar banyak sekali materi, bahkan mesti aktif di kepanitiaan institusi tempatku bekerja *karena itu juga dinilai*.
Mendekati hari pengumpulan berkas, aku pun sibuk menlengkapi berkas2ku yang seabrek itu. Bermodal tanya sana tanya sini *karena gak ada panduan atau manual book-nya* akhirnya aku bisa menyelesaikan berkas2 naik pangkat itu dan merampungkan penghitungan angka kredit. Aku ngotot membuat sendiri perhitungan angka kreditku, padahal banyak aja yang menawarkan 'jasa' penghitungan angka kredit dengan kompensasi yang bervariasi. Mulai dari Rp. 100.000,- sampai Rp. 500.000,-.
Dan beberapa hari yang lalu, aku dikabari sama temenku kalo berkas ku gak lolos karena angka kreditku kurang 1 poin. Rasanya gemes banget, kok bisa kurang 1 poin? Setelah tanya sana tanya sini (lagi), berkas temanku yang lolos gak jauh beda sama punyaku. Trus kurangnya dimana?
Setelah itu aku langsung ke bagian kepegawaian, dan dari mereka aku tau kalo poin di bagian pengajaranku banyak yang gak diakui.
HOW COME??? Padahal aku sudah melampirkan SK *surat keterangan -red* mengajarku. Trus kemana larinya kelas2 yang pernah ku ajar itu? Kemana perginya kerja kerasku di bidang pendidikan ini? Kemana hilangnya apresiasi terhadap dedikasiku?
Yang membuatku bingung bukan kepalang adalah pejabat penilai kenaikan pangkat adalah atasanku yang notabene orang2 yang dengan senang hati membebankan begitu banyak pekerjaan ke aku. Dan aku pun dengan senang hati pula mengerjakannya atas nama pengabdian.
Yang masih mengganjal sampai sekarang:
Apa mereka lupa sama aku?
Lupa dengan kerja rodiku selama ini?
Atau, cuma ingat waktu ada kerjaan aja?
Atau, jangan-jangan aku ini transparan?
Astaga!!! Sepertinya aku mulai tak terlihat.
Labels: at work, life, my thoughts

Tenang yek..Km masih terlihat kok..Mereka pura2 gak liat aja..hehe..Ya begitulah gak enaknya jd junior..Dah kerja rajin,eeeh apresiasi dari atasan seenaknya ndiri..Lha itu trus gimana kalo maw naik pangkat?Ngumpulin angka kredit 50 lg atau tinggal nambahin sisanya aja?
Tetap semangat ya yek.. ^^
Andri Journal said...
September 4, 2008 at 2:50 AM
Sukurlah kalo masih keliatan. Hehehe... Emang gak enak jadi junior apalagi kalo kerja di instansi milik pemerintah. Jadi orang2 suruhan terus :(
Untuk naik pangkat aku tinggal ngumpulin 1 poin aja lagi. Tapi terlambat 6 bulan, mesti ikut periode April tahun depan. Ya nasib,, ya nasib,,
piyek said...
September 4, 2008 at 12:41 PM