Blogger Template by Blogcrowds.

marau: buah rotan


Hari Minggu kemaren, ada undangan makan2 di rumah tanteku. Sebuah undangan yang paling cepat direspons oleh semua keluarga. Daya tariknya tentu saja, makan2nya itu :D

Ada beberapa alasan sih kenapa aku datang ke rumahnya tanteku:

  1. Itu salah satu tante favoritku dan aku deket banget sama anaknya.
  2. Rumahnya gak seberapa jauh dari rumahku.
  3. Papah sama Mamah kesana. Dan karena aku gak mau sendirian di rumah, aku juga kesana.
  4. Last but not least, ya makan2nya itu tadi :D
Setelah sampe di sana, eh ternyata makan2nya belum mulai (hh.. timing yang kurang cermat). Jadi sembari menunggu waktu makan2 itu tiba, kami semua ngumpul2 di teras belakang.

Pas lagi asik ndengerin gosip baru dari seorang tante, terjadilah percakapan antara aku dan sang tuan rumah.
Om : "Vi, pernah makan itu gak?" *sambil nunjuk ke arah keranjang buah di atas meja*
Aku : *melihat keranjang itu* "Ini apa Om?"
Om : "Buah marau."
Aku : "Eee.." *dengan tampang bego karena gak tau*
Om : "Buah rotan."
Aku : *mulut membentuk ooo...* "Emang bisa dimakan Om?"
Om : "Bisa.Coba ja." *sambil senyum2*
Aku : *terjadi peperangan antara penasaran dan keraguan* "Enak lah Om?"
Om : "Coba ja." *sambil senyum2 lagi*
Aku : *keraguan dikalahkan penasaran*

Akhirnya aku ambil 1 buah marau itu. Yang jadi perhatian pertamaku adalah tekstur kulitnya yang keras dan bersisik. Mirip kulit salak, tapi lebih keras. Jempolku aja sampe luka sedikit waktu mengupas buah marau itu.

Dan sebelum tepat sebelum kumasukkan buah itu ke dalam mulutku, seorang tanteku yang duduk di sebelahku bilang: "Masam sekali". Tapi sudah terlambat, karena sesaat sebelum kalimat tanteku itu berakhir, buah itu sudah bersemayam di dalam mulutku. Dan.... astaga, asam sekali!!! Saking asamnya sampai aku gak bisa berkata2 lagi.

Om : "Ditaroh gusi bagian luar"
Aku : "mmmm...mmm...mmm..." *ingin mengatakan sesuatu, tapi gak bisa buka mulut*
Om : "Jangan digigit, dibiarin aja sampai masamnya hilang"
Aku : "mmm..mmm..mmm...mmm..." *semakin menggerakkan mulut ternyata semakin asam*
Om : "Nanti lama2 rasa masamnya hilang sendiri"
Aku : *ya iyalah...* "mmm...mmm...mmm..."

Dari cerita Om ku, buah marau ternyata adalah buah rotan. Pernah liat kursi, meja, keranjang, tempat majalah yang terbuat dari rotan? Nah, buah marau adalah buah yang dihasilkan oleh batang rotan itu.

Kita gak akan pernah liat buah ini dijual di pasaran. Bukan karena penggemarnya sedikit *mengingat rasa asamnya itu*, tapi karena sudah semakin langka. Eksploitasi hutan secara besar-besaran membuat buah ini semakin jarang ditemui. Biasanya cuma ada di hutan2 yang jarang dijamah oleh manusia.

Walaupun aku memutuskan untuk tidak menyukai buah ini, aku senang sekali punya pengalaman makan buah marau itu. Apalagi kalo melihat ekspresi senangnya para keluarga *khususnya yang generasi atas* waktu liat buah itu. Sumpah, mata mereka berbinar-binar :)

4 comments:

Tak pikir mandau yek..Ternyata marau..Aku belum pernah liat buah itu..Barangkali km maw berbaik hati menyimpankan untukku..hee..
Sayangnya gak km foto buahnya..Jd aku mbayanginnya kayak buah salak yg kecil..Trus sama mangga muda masam mana?

September 18, 2008 at 7:06 AM  

Aku mau kasih foto buah itu di blog. Tapi gak jadi, soalnya internet lagi lelet banget. Sedang tak bersahabat.

Ini buah terasam yang pernah ku makan. Mangga muda pun masih kalah jauh. Kapan hari Om ku bilang: "Jangan sampe nanti kalo hamil ngidam buah ini" dan ku jawab: "Kayaknya aku gak bakalan mau ngidam buah ini". Hahahaha...

September 18, 2008 at 12:02 PM  

aku malah baru tau tuh bentuknya buah marau....

September 19, 2008 at 8:04 AM  

@ mbak Novi:
Buahnya emang agak antik mbak... Selain karena sekarang makin susah dicari, juga rasanya lain daripada yang lain :)

Nah, kalo mbak Novi tau rotan, bukan cuma buahnya yang bisa dimakan. Kalo disini, batang rotan yang masih muda pun bisa dibikin sayur.

Orang Kalimantan cukup kreatif kan.... hehehehe...

@ Andri:
Ndri, sori ya aku gak bisa sisain buah itu barang sebiji buatmu. Soalnya Om dan sepupu2ku rada giras pas liat buah itu dan jadi lupa diri. Akhirnya buah itu habis.

September 19, 2008 at 8:09 PM  

Newer Post Older Post Home