
Adegan ini diambil waktu aku terburu-buru di swalayan karena:
1. Sudah jam 10, sedangkan jam 10.30 aku mesti ngajar
2. Mesti beli wafer untuk hadiah game murid2ku
3. Aku baru ingat kalo buku untuk ngajar ketinggalan di rumah
4. Dan aku mesti mengantarkan surat dulu ke rumah pacarku.
Lanjut...
Setengah berlari sambil ngos2an, lengkap dengan atributku: jaket, sarung tangan, ransel, tas tangan. Masuk ke dalam swalayan, fokus dengan tujuan: rak makanan.
Temanku : "Hai..."
Aku : *menoleh sekilas ke asal suara* "Hai..."
Temanku : "Kok sombong sih?"
Aku : *masih ngos2an, menjawab dengan suara yang kecil* "Sori. Buru2"
Lalu aku ke bagian makanan, ngambil wafer Tango trus ke kasir. Di sana aku ketemu dengan temanku yang tadi.
Temanku: "Halo... Kamu kok sombong sih?" *memandangiku dari atas ke bawah* "Kamu tambah gendut ya?"
Aku : "Sori, aku buru2. Bentar lagi mau ngajar. Bukuku ketinggalan."
Temanku : "Oooo.. kamu ngajar? Di mana?"
Aku : *OMG, no time for basa-basi* "Di X (suatu institusi pendidikan). Sori aku buru2. Bukuku ketinggalan."
Temanku : *raut muka kecewa* "Ya udah deh..."
Kemudian dia berlalu.
Stop. Coba kita ulang lagi adegan itu.
Ya di situ. Dan di situ juga.
Dia bilang apa? Aku sombong?
Dasar apa yang bikin dia berpikiran aku sombong? Bahkan sampai 2 kali. Apa karena satu kali itu aja aku gak bisa meluangkan waktu untuk berbasa-basi dengannya, lalu aku diberi stempel SOMBONG tepat di jidatku. Padahal di waktu-waktu yang dulu, saban ketemu dia, aku selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan ocehannya, keluh kesahnya yang menurutku gak terlalu penting. Kemana perginya saat2 itu? Kenapa bisa dia lupa beberapa hal itu hanya karena SATU KALI aku gak bisa meladeni cuap2nya?
Atas dasar apa dia memberikan cap sombong ke aku? Sedekat apakah hubungan pertemanan kami sampai2 dia bisa menghakimi sifatku hanya SATU KALI kejadian itu aja? Oke, aku tau namanya dan nomor HP-nya. Tapi apakah kami pernah hang out bareng atau sering SMS-an, sampe2 dia bisa tau sifatku yang sebenarnya?
Oya. Dia tadi bilang apa? Aku tambah gendut?
Oke, emang sih sekarang lebih berisi dibanding sebelumnya. Tapi tolong jangan ungkit2 itu di depang khalayak ramai. Apalagi setelah mengataiku sombong. SOMBONG + GENDUT is not a good calculation. So, please... Jangan main hakim sendiri.
Loh... Kok jadi sewot ya?
Biarin. Yang penting udah curhat. Hehehe...
Dan iya, aku tambah gendut sekarang :)
Labels: friendship, life, my thoughts

0 comments:
Post a Comment