Beberapa minggu yang lalu setelah dia pulang dari Surabaya. Pembicaraan ini dilakukan ketika ngantri bensin di SPBU.
Aku : "Kacamatamu baru ya?"
Dia : "Iya. Bagus gak?"
Aku : *sambil memperhatikan wajahnya* "Mmmm... lumayan. Tapi bagusan yang kayak punya ko Ronald."
Dia : "Kalo yang kayak punya Ko Ronald itu mahal, harganya 2 jutaan"
Aku : "Kalo yang ini?"
Dia : "1.800.000"
Aku : "Mahal banget" *sambil geleng-geleng kepala*
Dia : "Gak kok. Aku beli tembakannya di Wonokromo. Harganya cuma 250ribu"
Aku : "Masa sih?" *dengan tatapan menyelidik*
Dia : "Iya... beneran. Ngapain juga beli yang mahal2."
Aku : "Ooooo..."
Beberapa hari yang lalu, di ruang tamu rumahku.
Dia : *Ngebersihin kacamatanya, sambil mengamat-amatinya* "Penjualnya hampir salah ngasih harga loh waktu aku beli kacamata ini."
Aku : "Emangnya dikasih harga berapa?"
Dia : "Dia bilang harganya 1.500.000"
Aku : "Harusnya...?"
Dia : "Harusnya 1.800.000. Hampir aja dia salah jual. Hehehe.."
Aku : *mengerutkan kening* "Bukannya kamu bilang harganya 250ribu?"
Dia : *hening*
Warning: Wanita adalah ahli sejarah terbaik di dunia!
Labels: love

huahahahaha.....lutju banget mbak, tapi kok terbalik 180 derajat ya sama saya, seringnya mah saya yang ada di posisi pasangan mbak (*malu...)....dan untungnya LAKI2 EMANG TIDAK DITAKDIRKAN JADI AHLI SEJARAH hahahahahaha
Long Ai Tian said...
July 22, 2008 at 2:06 PM
Itulah enaknya jadi wanita. Bisa jadi detektif dan pintar berkelit. Hahaha...
piyek said...
July 23, 2008 at 8:12 AM