My Dad = My MacGyver. Bisa bikin apa aja, selama masih bisa diakalin. Aku pernah ditanya, kalo misalnya mesti tinggal di suatu pulau bersama satu orang aja, mau tinggal sama sapa? Dan aku jawab: "Papah" (begitu kami memanggil ayah di sini).
Contoh kekreativitasannya:
- Mengajariku menyulam kristik. Even my Mom can't do that (sorry Mah, bukan maksud mengecilkanmu. Hehehehe...)
- Membuatkan (hampir semua) prakaryaku. Mulai dari boneka dari lilin, vas bunga dari tanah liat, asbak dari tempurung kelapa, dan masih banyak lagi.
- Menjahitkan ku baju Natal. Ini beneran loh.. Waktu itu aku pengen banget punya baju Natal yang modelnya Baby Doll. Nenekku yang membuatkan polanya dan Papah yang menjahitkannya. Sumpah...
- Memperbaiki mesin mobil dan sepeda motor (paling gengsi kalo mesti ke bengkel).
Tapi banyak juga barang-barang di rumah yang dijadikan bahan percobaan:
- Semua mixer Mamah yang rusak, coba diperbaiki tapi malah tambah rusak. Hahaha...
- Pulpen listrikku (salah satu kejahilan masa kuliah) yang rusak, diperbaiki. Pas sudah bener, eh malah kumparan listriknya hilang entah kemana. Jadinya sama aja, tetep rusak.
- Radio mini oleh2 dari Singapura bunyinya agak kresek2, trus diperbaiki sama Papah. Sudah oke, gak taunya tutup batereinya patah keinjak sama Papah. Halah...
- Mencoba menambal sendiri ban sepeda motor Mamah yang bocor. Pas mau dipakai, ternyata ban motornya dicopot sama Papah. Dan menambal bannya perlu waktu setengah hari. Buset dah...
Kejadian yang paling gres, pas lampur ruang tengah mati. Papah sudah beli yang baru dan menggantinya. Trus aku liat Papah kok sibuk dengan solder dan teman2nya. Wah, pasti lagi memperbaiki sesuatu, pikirku. Setelah beberapa lama, tiba2 Papah mengganti lampu ruang tengah yang baru itu. Diganti sama lampu yang sebelumnya mati.
Aku : "Kenapa diganti Pah? Itu kan tadi mati?"
Papah : "Sudah diperbaiki."
Aku : "Memangnya bisa?"
Papah : "Bisa."
Trus, aku yang penasaran nungguin sampe proses pemasangan lampu itu selesai. Setelah lampunya selesai dipasang, Papah menghidupkan saklar lampunya.
Dan... Blap... Listrik satu rumah padam.
Hahaha..Ayahku jg mirip..Apa2 mawnya dikerjakan ndiri..mulai dari mbengkel ampe membikin selokan..semuanya dikerjakan ndiri dan terkadang ngajak aku ama adikku sbg asistennya..hehe..Semoga ayahmu sehat selalu yek.. :)
Andri Journal said...
August 15, 2008 at 9:51 PM
@andri: Today is my Dad's birthday. Usia sudah 54 tahun dan mudah2an diberikan kesehatan sama Tuhan YME. Hehehe.. kayaknya emang bawaannya bapak2 begitu ya. Makanya kalo ban sepeda motorku bocor, cepat2 ku bawa ke bengkel sebelum dilihat sama Papah. Kalo gak, Papah n crew (obeng, tang, kunci inggris, dll) segera beraksi. Alamat mendekam di rumah untuk beberapa lama nantinya. Hahahahaha...
piyek said...
August 17, 2008 at 5:20 PM