Blogger Template by Blogcrowds.

Quick Update

Ah, sudah lama sekali rasanya tak menyentuh tempat ini.

Ada beberapa hal penting yang terjadi selama ini:

Sekarang aku menetap di kota lain untuk sementara.

Aku sedang menjalani kehidupan menjadi mahasiswa (lagi).

Hamil.

Dan 1,5 bulan yang lalu telah melahirkan seorang bayi perempuan yang (menurutku) paling lucu sedunia :-)

Hal-hal tersebutlah yang membuatku hilang dari peredaran selama beberapa bulan terakhir ini.

Terlebih lagi sekarang, di mana aku harus berurusan dengan tugas-tugas kuliah, mengganti popok, jadwal memberikan ASI, mencuci botol susu, memandikan si kecil, serta jam tidur bayi yang tak pernah tentu.

Oh, dia mulai menggeliat. Itu tandanya tulisan ini harus segera diakhiri :-)

divorce

'Sebenarnya aku lagi ada masalah besar."

...

'Kalian pasti gak tau kan?'

...

'Aku lagi ngurus perceraianku.'

Begitulah kalimat-kalimat yang keluar dari mulut seorang rekan kerjaku tanpa ada keinginan untuk kuinterupsi.

'Kenapa?', tanyaku.

Lalu dia menjelaskan dengan singkat dan jelas bahwa yang menjadi alasan utama adalah perbedaan prinsip dan pola pikir. Bagiku yang menjadikan infotainment sebagai tontonan yang menyenangkan (silakan ditertawakan ;-P), entah kenapa alasan tersebut tidak terdengar klise. Aku malah bisa memahami. Dan rasanya aku juga tak berhak untuk bertanya lebih detail lagi tentang sejauh mana perbedaan prinsip dan pola pikir itu.

Aku bukan orang yang menyenangi perceraian. Apalagi Nabi Besar yang kuikuti ajaran-Nya pun mengatakan bahwa perceraian hanya diperbolehkan apabila terjadi perzinahan. Tapi bukannya aku tak bisa menerimanya bila alasan yang diberikan masuk akal. Terutama ketika sang teman mengatakan bahwa sang suami beberapa kali melakukan kekerasan fisik yang dapat kupastikan disertai dengan kekerasan psikis pula.

Aku sama sekali tak menyarankannya untuk tidak bercerai. Bahkan ketika teman-teman yang lain sangat menyayangkan bila hal itu terjadi.

'Kan kasihan anaknya.", kata seorang teman.

Lalu akhirnya aku pun bersuara.

Jangan jadikan anak sebagai alasan untuk tidak bercerai. Alasan untuk bersama harusnya adalah karena suami tak bisa hidup tanpa istri dan begitu pula sebaliknya. Bukankah (sebagian besar) orang menikah bukan karena anak, tapi karena keinginan kedua belah pihak? Dan harusnya alasan yang sama yang tetap menyatukan mereka.

Dan mungkin yang membuat teman-temanku cukup tercengang ketika aku mengeluarkan pernyataan ini:

'Kalo aku ditanya siapa yang bakal ku dahulukan? Suami atau anak? Aku bakal pilih suami.'

Bukan pemikiran yang lazim memang.

Tapi bagaimana aku bisa jadi ibu yang baik kalau aku tidak bisa jadi istri yang baik? Bagiku suami tetap menduduki peringkat pertama. Karena dengannyalah aku berkomitmen untuk membentuk sebuah rumah tangga yang kami jalani sekarang. Bila aku menghargai dan menghormati suamiku, maka anak-anakku dapat melihat bagaimana sebuah relasi yang baik dan melakukan hal yang serupa pula ketika mereka berelasi dengan orang lain.

Dilihat dari kening-kening yang bertaut sepertinya teman-temanku tak seberapa setuju. Tapi ah, aku kan tak bisa mengontrol pikiran mereka :-)


Dulu ku tak pernah percaya
'kan cinta yang tak harus memiliki
Pernah ku paksakan walau tak sejalan
Meski ku tau ku salah

Dan ku coba melupakanmu
Karna ku tau kau bukan milikku

Dan ku berhenti berharap
Akan cintamu yang dulu ada di hati
Dan ku coba 'tuk bertahan
Walau berat kini ku berhenti berharap

Kini ku akui
Hatiku tak bisa slalu miliki dirimu

MARCELL

kenta


Lafalkan judul tersebut dengan huruf 'e' pada 'bebek'. Dan ini berlaku pada semua kata dalam bahasa Dayak Ngaju yang mengandung huruf 'e'.

Yang terlintas di pikiranku ketika tambi (nenek -red) memperlihatkan setoples kenta adalah: mirip oat meal. Benar sekali. Bentuknya dan warna hampir menyerupai.

Kenta berasal dari beras ketan yang disangrai kemudian ditumbuk. Cara menumbuknya pun tak sembarangan. Perlu teknik khusus, kata bue (kakek -red). Proses pembuatan kenta disebut mangenta. Proses tersebut didemonstrasikan pada Festival Isen Mulang, festival rakyat tahunan yang diselenggarakan menjelang HUT Kalimantan Tengah. Sayang sekali aku tak berkesempatan melihatnya.

Kebetulan, seorang mina (tante -red) ikut ambil bagian pada proses mangenta tersebut. Jadi tambi sempat inden duluan. Karena sekarang kenta hampir-hampir menjadi barang langka. Di pasar tradisional pun tak ada.

Proses mengolah kenta sehingga di makan sangatlah mudah. Hanya perlu menambahkan kelapa parut, gula merah, dan sedikit air yang telah dicampur garam, kenta sudah bisa disantap. Dan rasanya? Persis seperti makan nasi yang belum masak.

short stories

Di kantor, berbincang dengan beberapa teman.

Teman : "Aku kok pengen nambah anak lagi ya? Soalnya anakku suka ngomong sendiri."
Aku : "............"

Mungkin karena temanku mengatakan hal itu dengan nuansa menerawang, sehingga bagian yang bercetak tebal itu terdengar ehm.... mengkhawatirkan.

********

Meja makan, ketika sedang makan malam.

Tiba-tiba.

Papah : "Coba perhatikan. Aku bisa bikin sendok ini jadi bengkok." *sambil menggoyang-goyangkan sendok ala pesulap berambut separo itu*

Hhhh... terkadang si Papah suka AJAIB.

********

Jum'at malam, menonton pemilihan Miss Indonesia di RCTI.

Baju putih yang dipakai Indah Pelapory sangat indah. Sesuai dengan imajinasiku akan baju putri-putri dalam dongeng. Namun, yang agak mengganggu adalah ketika Indah mulai berbicara. Nada bicaranya tinggi sekali. Wah, kalo jadi penyanyi pasti Mariah Carey kalah tuh ;-)

Keanehan kedua.

Aku lupa finalis dari provinsi mana, tapi yang pasti wanita ini masuk 10 besar. Ketika diberikan pertanyaan yang bunyinya kira-kira seperti ini:

"Siapakah sosok yang paling menginspirasi Anda dan mengapa?"

Dan jawabannya adalah... jeng.. jeng.. jeng.. jeng..

"Sosok yang paling memberikan inspirasi adalah ibu. Karena ibu selalu memberikan motivasi dan inspirasi."

????????

Jawaban yang bersifat rekursif.

bagaimana ku bisa
berpaling darimu
sekian lama ku mencari
separuh jiwaku

ku mau menunggu
tak pernah berhenti
sampai suatu saat nanti kau kan menyadari

kuingin kau tau takkan ada habisnya
ku masih miliki cinta
melebihi yang kau kira

hanyalah senyummu
yang menghapus rinduku
telah lama tak ku jumpa
menghilang dariku

akan ku lakukan
asal kau kembali
ku tak sanggup sendiri lebih lama lagi

kuingin kau tau takkan ada habisnya
kumasih miliki cinta
melebihi yang kau kira

kuingin kau tau kau tetap dihatiku
ada yang harus kau mengerti
kau takkan ada gantinya

yang aku inginkan hanyalah dirimu
bersamaku selamanya
bantu aku pergi dari sepi
yang kurasa menyakitkan

IPANG


P.S.
Yah... yah.. lagu ini GANAS

sigh



Sering kali, sulit untuk bisa menerima jawaban "tidak".

Terlebih bila itu datangnya dari Tuhan.


Newer Posts Older Posts Home