Blogger Template by Blogcrowds.

kenta


Lafalkan judul tersebut dengan huruf 'e' pada 'bebek'. Dan ini berlaku pada semua kata dalam bahasa Dayak Ngaju yang mengandung huruf 'e'.

Yang terlintas di pikiranku ketika tambi (nenek -red) memperlihatkan setoples kenta adalah: mirip oat meal. Benar sekali. Bentuknya dan warna hampir menyerupai.

Kenta berasal dari beras ketan yang disangrai kemudian ditumbuk. Cara menumbuknya pun tak sembarangan. Perlu teknik khusus, kata bue (kakek -red). Proses pembuatan kenta disebut mangenta. Proses tersebut didemonstrasikan pada Festival Isen Mulang, festival rakyat tahunan yang diselenggarakan menjelang HUT Kalimantan Tengah. Sayang sekali aku tak berkesempatan melihatnya.

Kebetulan, seorang mina (tante -red) ikut ambil bagian pada proses mangenta tersebut. Jadi tambi sempat inden duluan. Karena sekarang kenta hampir-hampir menjadi barang langka. Di pasar tradisional pun tak ada.

Proses mengolah kenta sehingga di makan sangatlah mudah. Hanya perlu menambahkan kelapa parut, gula merah, dan sedikit air yang telah dicampur garam, kenta sudah bisa disantap. Dan rasanya? Persis seperti makan nasi yang belum masak.

2 comments:

Kalo lemang tu makanan asli Dayak atau Banjar sih?Kayaknya bahan dasarnya dari beras ketan jg.Dulu bu Lina pernah ngajarin aku cara bikinnya.Pernah makan lemang sekali waktu di martapura.Rasanya kalo di Jawa mirip dg lemper,cm gak ada abon di dalamnya.

June 25, 2009 at 6:07 AM  

Orang Dayak juga suka makan lemang. Tapi aku gak tau pasti aslinya dari mana.

Kalo di daerah Kalteng, aku paling suka lemang buatan Pulang Pisau. Mak nyusss :-)

Kalo aku lebih seneng lemang ketimbang lemper. Soalnya selain aroma daun pisang, juga ada aroma bambunya. Hehehehe...

June 25, 2009 at 7:52 AM  

Newer Post Older Post Home