
9 April 2009.
Pagi.
Meja makan.
Si Papah. Si Mamah. Aku.
"Mah, jam berapa kita ke TPS?", kataku di sela-sela mengunyah sarapan.
"Tau lah..", jawab si Mamah.
"Agak siangan ja Mah. Palingan ngantri juga."
"Milih siapa yuk lah?", aku bertanya.
Si Papah mulai menyimak pembicaraanku dan Mamah.
"Ih, itah milih 'si Mina (Tante -red)' ih..", Papah pun angkat bicara. (Kita milih 'si Mina' aja...)
"Emangnya 'si Mina' tu DPRD Provinsi atau Kota Pah?", tanyaku.
"Amun dia sala, Provinsi angat ah". (Kalo gak salah sih rasanya Provinsi)
"Tapi kan 'si Om' juga caleg Provinsi Pah."
"Kutuh ih gin. Ikau dengan indum mamilih 'si Om', kareh aku mamilih 'si Mina' te. Mangat adil." (Gini aja. Kamu sama Mamah milih 'si Om', nanti Papah milih si Mina. Supaya adil.)
"Amun nang Kota-nya pang siapa yang kita pilih?", si Mamah berujar. (Trus, yang Provinsi siapa yang kita pilih?)
"Milih 'si Itu' ja Mah."
"Ela. 'Si Jituh' ih. Pasie, jatun gawie.", Papah mengusulkan (Jangan. 'Si Ini' aja. Kasian, gak punya pekerjaan).
"Limbah te, je DPD ah itah milih 'Bapak jite' ih. Bahalap ie te." (Trus, untuk DPD kita pilih 'Bapak Itu' aja. Bagus.)
"Nah, kalo yang DPR RI kita pilih 'Mas Itu' ja.", aku mengusulkan pilihanku.
"Iyuh", jawab Papah. (Iya)
'Rapat' selesai.
PS:
Seperti inilah demokrasi di mata kami, keluarga kecil yang juga orang-orang kecil. Tanpa keributan kami tetap bisa mencapai mufakat. Itu pun kami lakukan dengan 3 bahasa yang berbeda.
Gini...Gini...Adegan bertigamu itu ditonton orang sedunia lho yek... :D Wah salut pokoke...satu rumah kompak abis. Lha di rumahku malah gak kompak babar blas...satunya milih 'bapak itu' satunya milih 'ibu ini'..hehe...
Kayaknya di Palangka yang menang PDI-P. Iya kalo?
Andri Journal said...
April 20, 2009 at 12:17 PM
Hahaha.. Aku malah kebayangnya percakapan ini dibuat jadi pertunjukan teater. Hihihi..
piyek said...
April 24, 2009 at 12:24 PM