Dua hari yang lalu aku bertemu seorang teman di gereja. Lama juga kami tak berjumpa. Setelah bertukar kabar dan berbasa-basi sampe basi, akhirnya kami tiba pada topik yang cepat atau lambat akan muncul ke permukaan: pekerjaan.
Seketika itu pula raut wajahnya mendadak cerah. Dan dengan bersemangatnya dia 'memprospek'ku untuk bergabung dengan bisnis barunya. Cara kerjanya sederhana: beli beberapa 'titik' (ya, dia bilang titik, entah apa yang dimaksudnya dengan 'titik' itu), kemudian rekrutlah anggota sejumlah 'titik' yang kita beli tadi. Semakin banyak 'bawahan' yang direkrut semakin banyak pula penghasilan yang diterima.
"Trus, kita ngapain setelah itu? Jualan?", tanyaku.
"Gak ada. Cuma nyari orang aja lagi buat direkrut."
Wah, kata-kata itu terdengar indah di telingaku. Modal air liur aja (karena mesti bercuap-cuap merekrut anggota) udah bisa memperoleh penghasilan berkali lipat gajiku sebagai guru. Belum lagi ada tambahan bonus pulsa setiap minggunya. Diriku semakin mengeluarkan air liur lagi (karena ngiler dengan keuntungan yang bakal diperoleh dari bisnis ini). Bisa menghemat uang pulsa untuk menelpon suami nun jauh di sana, pikirku.
Namun, tak berapa lama kemudian akal sehat yang tadinya sedang leyeh-leyeh menemukan kesadarannya kembali. It's too good to be true. Prinsip ekonomi yang diterapkan habis-habisan: dengan usaha mini dapat hasil maksi.
Lalu pertanyaan berikut muncul dalam benakku. Gimana dengan mereka yang rendah secara hirarki dalam pohon bisnis ini? Tak mendapatkan apa-apa padahal keberadaan mereka lah yang memperkaya para 'atasan'nya.
Dengan pertimbangan belas kasihan pada mereka yang tak akan mendapatkan apa-apa itulah aku memutuskan untuk tidak memiliki niat untuk bergabung pada MLM tak jelas itu. Sapa tau malah aku yang nantinya punya kasta paling rendah dalam strata sosial MLM tersebut. Benar tidak?
Dah yek,terima aja nasibmu jd guru. ;) Yg penting gaji cukup buat makan hari2 plus nelpon suamimu.Eh,Mentari ada bonus 7200 detik tiap nelpon 1500 rupiah dah tahu kan? ;D
Andri Journal said...
February 3, 2009 at 6:45 AM
Kayaknya memang begitulah garis tanganku ;-)
Beneran nih Mentari ada bonus gitu? Lumayan tuh, 7200 detik = 120 menit. 1 jam bo!
Selama ini sih kami telpon2an pake simPati atau Flexi. Boleh lah masukanmu. Patut dicoba :-)
piyek said...
February 3, 2009 at 8:50 AM