Blogger Template by Blogcrowds.


"Kapan menikah?"
Itu pertanyaan yang lumayan sering dilontarkan kerabat, sanak saudara, teman-teman, rekan kerja, kepadaku. Jawabannya beragam, tergantung mood. Mulai dari : "Lagi ngumpulin duitnya nih" *biasanya dijawab balik: "Gak kawin2 kalo nunggu ngumpulin duit mah"*, "Mau sekolah dulu" *dan dijawab: "Kawin aja dulu, kelamaan kalo nunggu sekolah lagi", dan kalo suasana hati sedang tidak mood untuk berbalas pantun mengenai rencana pernikahan, akan kujawab: "Tau...".

Beberapa waktu yang lalu ada beberapa orang yang mencoba untuk 'mendekatiku' *sok laris gitu.. :P* tapi entah kenapa setelah beberapa saat PDKT aku ngerasa gak cocok dengan orang-orang itu. Beberapa orang di sekitarku yang kebelet pengen aku cepat menikah *entah itu karena mereka takut aku turun kelas jadi perawan tua, ataukah karena mereka iri dengan status single but happy-ku*, menanyakan kenapa aku menolak cowok-cowok yang PDKT itu. Aku sendiri bingung bagaimana membahasakannya, sampai kemaren.

Aku baru saja menyelesaikan sebuah buku yang awalnya ku pinjam di book rental hanya untuk menyegarkan pikiran yang beberapa minggu ini dipaksa untuk bekerja keras. Buku itu bercerita tentang seorang wanita, sebut saja Dian, yang sedang dalam pencarian untuk menemukan Mr. Right. Dalam pencariannya tersebut dia menemukan seorang pria, kita namai saja Sastro, yang menurutnya dan beberapa orang di sekitarnya merupakan orang yang tepat untuk dijadikan suami.

Sastro adalah pria yang sangat mapan, bekerja sebagai bankir investasi dan telah memiliki rumah mewah di daerah yang elit pula. Dian pun dimanjakan dengan segala bentuk perhatian dan kemewahan. Mulai dari dinner di restoran mahal, diantar jemput menggunakan Porsche *it's PORSCHE!!!*, dibelikan baju rancangan desainer, dihadiahi tas Gucci. Pikir Dian, apalagi yang kurang dengan calon suaminya ini.

Namun, ada pertanyaan dari seorang temannya yang selalu diam di benak Dian: "Sanggupkah kamu melalui sisa hidupmu bersamanya?".

Nah, itulah jawabannya!

Menikah bukanlah untuk mendapatkan status, menjadi Ny. Anu atau Mrs. Anu. Ataukah dijadikan sebagai sebuah pencapaian. Bukan pula karena tuntutan lingkungan *sudah lama pacaran lah, sudah cukup umur lah, bla bla bla*.

Menikah adalah menerima pasangan dengan paket komplitnya, dan harus tahan dengan semua itu sepanjang hidup bersamanya. Mulai dari kebiasaan2 kecil seperti suka ngorok, tidak meletakkan pakaian kotor di keranjang, bla bla bla. Yang kadang kala bisa jadi sanggat mengganggu.

Nah, siapkah Anda menikah?

2 comments:

Kamu pernah liat iklan rokok LA Light kan?Kalo km ditanya "Kapan kawin?".Jawab aja "May".Kalo mereka tanya lg "bulan Mei?".Jawab aja "May be yes,may be no".Pokoke..enjoy ajaaa ;P

June 9, 2008 at 8:23 PM  

@andri:
Hehehe... Bener juga ya.. Masalah kawin mengawin ini agak sensitif :P

June 16, 2008 at 2:20 PM  

Newer Post Older Post Home